Jumat, 06 Juni 2008

AJARAN ZINA DI AL ZAYTUN

Yang bertanda tangan dibawah ini kami,

Nama : Marwan Siregar
Alamat : Jl. Pelajar 100 - 027/014 Kel. Teladan Timur Kec. Medan Kota,
Sumatera Utara (HP: 0811609321)
Pekerjaan : Anggota Kepolisian RI SATSERSE POLTABES MEDAN
Pangkat : BRIPKA, NRP: 63080231
Status : Kawin / Orang tua Panusunan Siregar.

Nama Istri : Hj. Darma Taksiyah
Pekerjaan : Ikut Suami.
Status : Ibu Kandung Panusunan Siregar.
No. KTP : 02.5005.550467.0001
Alamat : Ibid.
Nama : Mokhtar Siregar.
Alamat : Ibid.
No. KTP/SIM : 380507140156
Status : Kakek dari Panusunan.

Bersama ini kami mengadukan kepada Bapak KAPOLRI u.p. KAKORSERSE dan
KABAG INTEL KAM MABES POLRI sehubungan dengan apa yang telah menimpa
kami sekeluarga khususnya anak kami,

Nama : Panusunan Siregar.
Lahir : Medan, 22 November 1988.
Status : Santri Ma had Al-Zaytun, Masuk tahun 2000 Klas I-EA2,
menempati asrama Al-Fajar km 323, dan naik kelas II- FA.03 asrama
Al-Fajar km. 218 F. Ditarik kembali tanggal 5 Oktober 2001.

Dengan ini menyatakan kami telah merasa diperlakukan secara
semena-mena serta dibohongi dan dirugikan secara moril maupun materiel
oleh YPI (Yayasan Pesantren Indonesia) melalui Ma had Al-Zaytun,
Haurgeulis, Indramayu Jawa Barat. Mengingat setelah anak saya resmi
diterima menjadi santri Ma’had Al-Zaytun yang menurut perjanjian akte
notaris akan dididik, dibina dan dibesarkan serta dipelihara
berdasarkan ajaran Islam.

Akan tetapi dalam kenyataan praktek pembinaan dan pembelajaran putra
kami Panusunan Siregar tidaklah demikian. Anak kami tersebut tidak
dididik, dibina, dibesarkan dan dipelihara sesuai dengan ajaran Islam,
tetapi dibiarkan menjadi liar dan mendapat pelajaran liar serta
memperoleh perlakuan yang liar dari dewan guru. Hal ini dapat kami
paparkan sebagai berikut berdasarkan penuturan putra kami maupun dari
apa yang kami alami (pengalaman kami) sendiri.

Pelajaran liar yang diterima anak kami antara lain adalah:
1. Wajib berpacaran pada setiap hari jum at.
2. Berpegangan tangan dan berciuman tidak dilarang, bahkan santri
bernama Noris dari Malaysia sempat hamil, namun oleh para uustadz
diperintahkan agar digugurkan.
3. Boleh membaca dan memiliki buku bacaan maupun gambar porno. Bisa
pesan beli melalui para muwadzhaf (pasukan kuning).
4. Tidak dilarang memasuki asrama atau kamar nisa (santri putri).
5. Tidak diperintahkan mengambil air wudlu setiap hendak shalat,
karena dicontohkan oleh para asatidz.
6. Diajak dan diberi contoh oleh asatidz kepada perilaku porno dan
jorok, maaf disuruh menghisap kemaluan ustadz yang akhirnyaa
berkelanjutan menjadi perilaku antar para santri.
7. Perkelahian dan tawuran antar kelompok gank.

Diajarkan doktrin NII diantaranya:
1. Presiden Megawati adalah Ratu Balqis yang akan menyerahkan
kekuasaannya kepada Nabi Sulaiman yang juga disebut Syaykhul Ma had AS
Panji Gumilang.
2. Menyatakan bahwa Syaikh Panji Gumilang adalah Pemimpin yang akan
membangkitkan Islam di Indonesia yang terletak di tengah-ttengah garis
khatulistiwa.
3. Al-Zaytun kelak akan mengganti bendera Merah Putih Republik
Indonesia dengan bendera berwarna hijau Negara Islam, dan sekaaligus
menjadikan Indonesia sebagai Negara Islam.
4. Di Al-Zaytun akan segera mencetak mata uang sendiri
diberlakukannya mata uang logam perak dan emas yang bergambar Panji
Gummilang dan lambang Al -Zaytun.
5. Telah ada latihan menembak setiap hari untuk Garda Mahad yang
pelaksanaannya di Subang.

Perlakuan liar yang diterima anak kami,

Ketika putra kami melakukan kenakalan (membawa binatang ular ke
dalam asrama) dikenakan hukuman pukulan, disel (dikurung dalam ruangan
tanpa diberi baju maupun alas tidur serta tidak diberi kesempatan atau
diajarkan untuk melaksanakan shalat fardlu).

Ketika putra kami telah dan sedang berada di dalam hukuman
kurungan tersebut tiba-tiba salah seorang kakak kelasnya melemparkan
uang hasil mencuri uang milik temannya, yang pada akhirnya kesalahan
ditimpakan kepada putra kami. Dan karena putra kami pun menerima
tuduhan tersebut akhirnya putra kami kembali menerima pukulan dari 12
orang anggota dewan guru di ruang 130 hingga anak kami sakit selama
satu minggu.

Karena putra kami te

Tidak ada komentar:

Posting Komentar