Minggu, 13 April 2008

Metode Pemurtadan melalui Insulting/Penghinaan Islam

 

 
disamping insulting produk Sepatu Nike, Coca Cola, Juce Jeans, Bola Israel Video Game Pun Digarap
Dalam sebuah hadis, Rasulullah SAW memberi gambaran yang sangat jelas tentang nasib Islam di akhir zaman. Pada masa itu, Islam akan menjadi seperti buih di permukaan samudra. Selalu menghadapi gelombang

Saat ini, gambaran tersebut terasa. Islam menjadi agama yang banyak sekali menghadapi ”gelombang”. Setelah komunis –sebagai kesatuan negara– runtuh, Islam dianggap musuh nomor satu bagi dunia Barat. Negara Barat pun seperti tak henti terus berusaha menenggelamkan Islam dengan berbagai cara.

Benar apa yang difirmankan Allah SWT, mereka para murtadin tak akan henti hentinya menjauhkan umat Islam dari Tuhan dan agamanya. Berbagai cara mereka lakukan
- Dari Proyek Kristenisasi hingga Kristenisasi dengan berkedok Islam.
- Akidah umat Islam mereka rusak dengan memasukkan kebudayaan jahiliyah dan Ghoswul Fikri
- Berbagai media mereka garap, dari usaha pembuatan game, produk hingga situs situs yang menyerang dan Insulting Islam.

QS Albaqaroh 2:120*** Orang-orang Yahudi dan Nasrani tidak akan senang kepada kamu hingga kamu mengi kuti agama mereka. Katakanlah: “Sesung- guhnya petunjuk Allah itulah petunjuk (yg benar)”. Dan sesungguh nya jika kamu mengikuti kemauan mereka setelah pengeta huan datang kepadamu, maka Allah tdk lagi menjadi pelindung dan penolong bagimu

Di dunia nyata, Islam terus diposisikan sebagai teroris. Amerika dengan para sekutunya, secara membabi buta menghancurkan berbagai peninggalan Islam di Irak yang bernilai sejarah sangat tinggi. Upaya untuk menjauhkan umat Islam dari ajarannya pun tak pernah henti.

Perlawanan terhadap Islam juga terjadi di internet. Dunia saiber ini menyediakan banyak situs yang secara terang-terangan maupun tersembungi menghina Islam. Di pihak lain, memang situs yang menyajikan kebenaran Islam, seperti eramuslim, pesantrenet, myquran, pesantrenonline, dan sebagainya itu juga berkembang menggembirakan. Tapi, upaya untuk meminggirkan Islam harus terus diwaspadai.

Game Undying
Media lain yang juga mulai banyak digunakan untuk menghina Islam adalah video game. Sebuah perusahaan game bernama Electronic Art Entertainment Inc membuat paket game bernama Clive Barker Undying.

Singkatnya, game tersebut membuat permainan dengan menampilkan pertempuran melawan setan. Tapi, setan yang harus dilawan itu berada di istana yang dindingnya terpahat nama-nama Allah. Ini seolah-olah menggambarkan bahwa yang menyembah Allah itu juga menyembah setan.

Film-X2:X-Man
Sarana lain yang secara samar juga banyak dipakai untuk memojokkan Islam adalah film. Salah satu film bioskop berjudul X2:X-Man United, misalnya, secara jelas menggambarkan sosok yang menjadi penjahat adalah orang Islam. Umat Islam di Los Angeles, Amerika Serikat (AS), sempat memprotes keras peredaran film tersebut.

Di Malaysia, The Matrix juga pernah dianggap sebagai film yang secara samar menyinggung perasaan umat Islam. Film tersebut dianggap menggiring umat Islam untuk tidak mempercayai Allah SWT. Tapi, reaksi terhadap film itu tidak sampai berkepanjangan.

Sebuah gambar memperlihatkan sebuah sepatu yang bertulis ayat-ayat Alquran. Ini menunjukkan bahwa segala cara telah dilakukan orang untuk meminggirkan Islam.

Upaya peminggiran yang dijalankan melalui berbagai lini itu jelas memerlukan sikap arif untuk mereaksinya. Rektor Universitas Islam Negeri (UIN) Syarif Hidayatullah, Jakarta, Azyumardi Azra, meminta umat Islam tidak emosional dalam menghadapi berbagai kenyataan itu. ”Umat Islam justru harus menanggapi berbagai kecaman itu dengan tenang dan dewasa,” katanya.

Khusus untuk mereaksi hinaan terhadap Islam di internet, dia menyarankan dua cara. Pertama, jika situs itu interaktif, dia meminta para ahli Islam untuk memasukkan informasi yang benar tentang Islam ke dalam situs yang bersangkutan. Kedua, dia juga meminta para ahli teknologi informasi Islam membangun situs yang menyajikan informasi kebenaran Islam secara lengkap. ”Tidak mungkin kita berteriak meminta agar situs itu ditutup,” tuturnya.

Bagaimana bagi kalangan awam yang tak mengerti dunia internet? Guru besar sejarah ini menjelaskan pelurusan terhadap informasi yang salah dan berbagai hujatan tentang Islam di tingkat masyarakat awam itu dapat dilakukan dengan cara mendirikan pusat informasi. Di situlah berbagai penjelasan yang benar tentang Islam bisa disajikan. Selain itu, juga perlu diterbitkan buku dan brosur-brosur berisi kebenaran dan keramahan Islam. irf/her

Kalimat Allah pada Bola

Logo Coca Cola - La Makkah La Muhammad

Iklan Blue Juice Jeans

Minuman Vodka Bergambar Masjidil Aqsha di Israel!

imageeramuslim - Sebuah perusahaan minuman keras Israel memuat gambar Masjidil Aqsha dan Masjid Qubatu Sakhrah (dome of the rock) dalam label minuman yang dikeluarkannya. Inilah penghinaan baru Israel terhadap tempat suci kaum Muslimin. Botol minuman vodka yang dikeluarkan oleh Parker Harkusy itu memuat juga gambar tembok ratapan, selain masjidil Aqsha dan Qubatu Shakhrah. Di bawahnya tertulis kalimat, “Vodka Produksi Pabrik Voktan di Okrania”

Al Aqsha Foundation (AF) kemarin (30/1/2003) menyatakan protes keras terhadap penghinaan ini. Menurut AF, pihaknya telah berkoordinasi dengan Lembaga Pertimbangan HAM di Palestina untuk mengajukan produsen minuman keras itu ke meja hijau. Mereka juga menuntut untuk mengganti gambar masjid yang dijadikan label dalam botol minuman tersebut, selain juga menyampaikan permintaan maaf kepada kaum Muslimin di seluruh dunia atas sikapnya.

AF yang dikepalai oleh Raid Sholah, pimpinan Harakah Islamiyah Palestina 48, menemukan botol minuman keras itu dari seorang pemuda Palestina bernama Waseem Magedob (35) berasal dari kota Thamra di jalur hijau yang mengajukan masalah ini. Awalnya Waseem tertarik dengan gambar masjid dalam sebuah botol kosong yang didapati dari penjual botol. Tapi ketika ia menanyakan seorang penjual botol, disebutkan bahwa ia memperoleh botol itu dari kota Haifa, yang telah diduduki Israel. Waseem lalu memperhatikan tulisan di botol tersebut lebih detail. Ia terkejut karena ternyata itu adalah botol minuman keras. Karenanya ia beli botol tersebut sebagai bukti Israel telah menyakiti kaum Muslimin di seluruh dunia.

“Prilaku seperti ini merupakan prilaku yang menyakiti perasaan umat Islam di seluruh dunia,” tulis AF dalam pernyataannya. AF memandang bahwa perusahaan yang mengeluarkan minuman keras itu juga telah menginjak-injak kehormatan masjidil Aqsha sebagai kiblat pertama bagi umat Islam dan masjid ketiga yang disucikan dalam agama Islam.

AF mengaku telah menghubungi pihak perusahaan minuman vodka tersebut. Slava, direktur perusahaan minuman itu menjawab, bahwa ia meletakkan gambar Qubatus sakhrah dan Masjidil Aqsha dalam minuman vodka itu, karena tidak tahu bahwa agama Islam mengharamkan minuman keras. Ia juga mengaku tidak tahu bahwa Qubatushakhrah dan masjidil Aqsha itu adalah masjid. AF menyampaikan bahwa perusahaan sampai saat ini masih menolak untuk memberhentikan produk minuman keras bergambar masjid itu.

Peristiwa ini terjadi tidak lama setelah harian Israel pada hari Rabu (29/1/2003) mengumumkan sebuah iklan berwarna satu halaman penuh yang bergambar masjidil Aqsha dan Qubbatu Sakhrah berada di tengah-tengah bintang David yang menjadi lambang bendera Zionis Israel. Di bawah gambar itu tertulis kalimat, “Gunuh Haikal, Jantung Israel” Iklan itu ditampilkan setelah partai Likud unggul dalam pemilu Knesset pada 28 Januari 2003.

Syaikh Raid Shalah memprotes keras iklan tersebut dan memperingatkan Israel bahwa gambar itu akan memicu kemarahan bangsa Arab dan kaum muslimin. Terlebih, dalam iklan tersebut juga tertulis kalimat: “Orang Yahudi sudah dua tahun dilarang memasuki pelataran Jabal Haikal. Mereka selalu menjadi objek kekerasan dari bangsa Arab.”

“Kami dengan pertolongan Allah akan tetap membuka mata untuk menjaga Masjidil Aqsha dan pelatarannya berikut tembok-temboknya. Kami menyampaikan seruan kepada seluruh masyarakat muslim agar mengunjungi masjidil Aqsha bila ia mampu sebagaimana anjuran Rasulullah SAW,” ujar Raid Shalah. (na/iol)

Geliat Anti-Islam di Jagat Cyber

Situs ini diciptakan bagi mantan Muslim dan untuk membantu Muslim meninggalkan Islam. Kalimat seperti itu terpampang sangat jelas di halaman depan salah satu situs yang bersemangat melawan Islam. Situs tersebut beralamat di www.faithfreedom.org Sedangkan lembaga yang namanya terpampang dalam situs tersebut adalah Faith Freedom Internasional.

Secara tegas, situs ini juga memasang semboyan yang sungguh memojokkan Islam. Bunyinya ‘Islam itu bohong, dan situs ini yang menjadi buktinya’. Situs ini muncul dalam banyak versi bahasa, termasuk versi Indonesianya yang ada di http://indonesia.faithfreedom.org/index.php ( cuman syukur skarang dah diban.. aku coba buka ga bisa lagi)

Dengan semboyan seperti itu, Anda tentu bisa membayangkan artikel yang termuat di dalamnya. Hampir seluruh tulisan di situs tersebut, isinya menghina Islam. Misalnya, satu artikel tulisan seseorang yang mengaku bernama Ali Sina di situ menyebutkan bahwa Islam itu bukan agama damai, tapi agama kebencian, teror, dan perang.

Ali juga menyebutkan bahwa Muhammad SAW itu bukanlah Rasul. Dia termasuk penderita pedofilia (penyimpangan seksual) dengan menikahi Aisyah yang masih berusia sembilan tahun. Lebih lanjut, Ali juga menyebutkan bahwa Alquran itu bukanlah kitab suci yang menjadi penerang. ”Alquran itu absurd,” katanya. Hampir semua penulis artikel di situs ini memakai nama berbahasa Arab.

Sajian dalam situs tersebut bukan hanya artikel tapi juga galeri foto. Sebagian besar foto yang terpampang di situ menggambarkan proses hukum gantung, hukum rajam (dilempari batu karena berzina), potong tangan, serta hukum cambuk. Beberapa foto juga memperlihatkan perayaan kaum Syiah di Karbala dengan melukai anggota tubuh hingga mengeluarkan darah.

Selain faithfreedom, ada situs lain yang juga tergolong sangat menghina Islam. Alamatnya, www.geocities.com/rasuldajal Situs ini tidak menampilkan semboyan yang provokatif. Cuma, artikel yang termuat di dalamnya benar-benar menuduh Islam sebagai agama teroris dan harus ditinggalkan.

Selain kedua situs tersebut, masih banyak situs lain yang memiliki semangat meminggirkan Islam. Yang jelas, kebanyakan situs anti-Islam itu berusaha memandang Alquran bukan sebagai kitab suci, dan melihat hukum Islam hanya sebatas rajam, potong tangan, dan gantung. Situs-situs itu juga menilai peperangan yang terjadi semasa Rasulullah SAW membuktikan bahwa Islam agama perang.

Modus perlawanan terhadap Islam dengan isu-isu seperti ini bukanlah modus baru. Sejak Rasulullah SAW masih hidup, perlawanan Abu Jahal dan Abu Lahab selalu dilakukan dengan meragukan Alquran. Keduanya juga menampik kenabian Muhammad SAW. Cuma, seiring dengan perkembangan teknologi, media yang dipakai untuk menghina Islam juga semakin canggih. irf

Gimana Komentar Kamu Tentang Film FITNA ??

 

Gimana Komentar Kamu Tentang Film FITNA ??

Bagi yg belom liat bisa klik di..

 

part 1/2 : http://www.youtube.com/watch?v=4g98L3IxOIU&feature=related

part 2/2 : http://www.youtube.com/watch?v=7ZUTloCxQ_Q&feature=related

 

Kalo nurut aku sih.. biasa aja deh filmnya..

Cuman heran kemaren kayaknya terlalu hebuoh gitu.

Apalagi sama org2 yg ngaku islam tapi demo secara brutal di konjen belanda karena marah terhadap film fitna yg mengatakan bahwa islam adlh agama teroris yg suka dgn kekerasan,ironis sekali melihat mereka berdemo dengan membakar dan merusak pagar konjen belanda, bukankah tindakan mereka itu yg semakin menguatkan tuduhan Om Wilder bahwa islam adl agama teroris.. dikit2 ngamuk.

 

Dan ditambah lagi pemerintah yang dgn bodohnya menutup beberapa situs yg menayangkan fitna padahal film tsb sudah ditonton sejuta kali, benar2 tdk masuk akal apalagi dana yg digunakan milyaran rupiah, padahal disana sini masih terjadi kelaparan, kemiskinan, dll

(Heee tapi syukur sekarang udah dibuka… :D)

 

Kita mustinya harus sedikit sabar & bijak.. Bagaimanapun emang begitulah sebagian opini Barat & Non Muslim tentang Islam. Walaupun aku yakin Film ini sbenernya dibuat karena Om Wilders & bolo-bolonya ‘gerah’ yang ngeliat jumlah umat Islam di negrinya semakin meningkat pesat.. (liat di Fitna part 2 deh)

 

Umat Islam tuh basicly Cinta Damai..

Islam berasal dari perkataan Arab (aslama, yuslimu, islaman) yang bermaksud tunduk, patuh dan ia juga bermaksud selamat, sejahtera serta damai.

Adapun adanya ayat-ayat perang dalam Al Qur’an, bukannya itu memang fakta adanya dalam Al Qur’an..

walaupun ama Om Wilders dengan ilustrasinya dibuat sedemikian rupa sehingga seakan Islam adalah Agama Teror, Kejam dll.. wahh wahh..

Kalo soal kejam kejaman.. yang paling kejam nurut kamu siapa.. Of course Yahudi..!!

Biar enak buka ini aja

http://rs224.rapidshare.com/files/83934792/foto_dunia_mengutuk_israel.zip

ato kunjungi http://www.pakdenono.com/home.htm pilih “Galeri Slide Foto”

 

Menanggapi Film tadi, yg kita lakukan jangan langsung nduluin ngamuk..

emosi si boleh.. tapi kepala harus ttp dingin. Jalan terbaik aku pikir adalah beri penjelasan tentang ayat itu..

 

Yg aku liat sih ada 5 ayat Qur'an yang dipake disana, dan mari kita bahas...


Q.S. Al-Anfaal ayat 60

"Prepare for then whatever force and cavalry ye are able of gathering TO STRIKE TERROR into the hearts of the enemies of Allah and your enemies"


lengkapnya:
Dan siapkanlah untuk menghadapi mereka kekuatan apa saja yang kamu sanggupi dan dari kuda-kuda yang ditambat untuk berperang (yang dengan persiapan itu) kamu menggentarkan musuh Allah dan musuhmu dan orang orang selain mereka yang kamu tidak mengetahuinya; sedang Allah mengetahuinya. Apa saja yang kamu nafkahkan pada jalan Allah niscaya akan dibalasi dengan cukup kepadamu dan kamu tidak akan dianiaya (dirugikan)

Tapi itu tuh yang dipotong cuma sampe, Dan siapkanlah untuk menghadapi mereka kekuatan apa saja yang kamu sanggupi dan dari kuda-kuda yang ditambat untuk berperang (yang dengan persiapan itu) kamu menggentarkan musuh Allah, coba itu diambil kisahnya secara komplit...bahwa surat Al-Anfaal itu emang bercerita soal perang melawan kaum kafir...Dan disitu tidak disebutkan...SERANGLAH....tapi PERSIAPKANLAH, yang menurut ku sih itu DEFENSIF ya...bukan AGRESIF...


Tapi abis nih ayat, tuh ditunjukin video soal kejadian 9/11.......karena translate-an di film pendek itu tuh buat MENGGETARKAN MUSUH ALLAH adalah TERROR....damn them.....!!!



Q.S. An-Nisa ayat 56

"Those who have disobeyed our signs, we shall roast them in fire, whenever their skins are cooked to a turn, we shall substitute new skin for them that they may feel the punishment, verily Allah is sublime and wise"


lengkapnya:
Sesungguhnya orang-orang yang kafir kepada ayat-ayat Kami, kelak akan Kami masukkan mereka ke dalam neraka. Setiap kali kulit mereka hangus, Kami ganti kulit mereka dengan kulit yang lain, supaya mereka merasakan azab. Sesungguhnya Allah Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana.


Tuh, apa ini maksudnya kekerasan......?

hubungannya apa....?
karena ini udah di AFTERLIFE..alias itu tuh di neraka...........
Dimana hukuman diberikan bagi mereka yang selama hidupnya berbuat buruk......
dan disitu digunakan kata KAMI [we] dan bukan sebuah perintah kok...jadi yang akan ROAST THEM IN FIRE alias NGEBAKAR MEREKA DI NERAKA itu tuh Allah...dan bukan manusia...dan ini juga BUKAN PERINTAH.........


Q.S. Muhammad ayat 4

"Therefore, when ye meet the unbelievers, smite at their necks and when ye have caused a bloodbath among them, bind a bond firmly on them"


lengkapnya:
Apabila kamu bertemu dengan orang-orang kafir (di
medan perang) maka pancunglah batang leher mereka. Sehingga apabila kamu telah mengalahkan mereka maka tawanlah mereka dan sesudah itu kamu boleh membebaskan mereka atau menerima tebusan sampai perang berakhir. Demikianlah apabila Allah menghendaki niscaya Allah akan membinasakan mereka tetapi Allah hendak menguji sebahagian kamu dengan sebahagian yang lain. Dan orang-orang yang syahid pada jalan Allah, Allah tidak akan menyia-nyiakan amal mereka


See......pertama-tama...ada kata BLOODBATH.....terjemahan dari mana itu.... Aku juga ga ngerti bahasa Arab..tapi aku percaya, kayanya Al-Qur'an ga pernah nyebutin kata BLOOD BATH, mandi darah...OMG.....


Dan kedua, hal ini tuh kalo ga salah [memancung leher orang-orang kafir] itu dilakukan ketika perang..dari translate-an Qur'an ku sih ditambahin tanda kurung gitu.....

Tapi kalo penafsiran ku sendiri siiih.... Aku ngelihat dari ayat satu Surat Muhammad ini....
Orang-orang yang kafir dan menghalangi (manusia) dari jalan Allah, Allah menyesatkan perbuatan-perbuatan mereka


bahwa disini tidak ada generalisasi.....
Orang kafir yg dimaksud di sini adalah adalah orang2 yang kafir DAN MENGHALANGI [manusia] DARI JALAN ALLAH........
jadi kalo beneran ada misalnya nih, DIA UDAH KAFIR...terus menghalangi kita dari sholat, misalnya pake acara ngancem ato apa....ITU PATUT....
Tapi kalo hanya ORANG KAFIR, tapi mereka cool calm confidence aja....itu belum termasuk dalam kategori ayat 4
surat Muhammad ini......



Lagipula, di akhir ayat ini disebutkan, yang kalo dalam bahasa  "kalo mereka udah kalah, ya udah...ga harus dibantai semua...tapi tawanlah mereka, bukan MENCIPTAKAN BLOODBATH"


Q.S. An-Nisa ayat 89

"They but wish that ye should reject as they do and thus be on the same footing as they, so take not friends from their ranks until they flee in the way of Allah, but if they turn renegades, seize them and kill them wherever ye find them and take no friends or helpers from their ranks"


lengkapnya:
Mereka ingin supaya kamu menjadi kafir sebagaimana mereka telah menjadi kafir, lalu kamu menjadi sama (dengan mereka). Maka janganlah kamu jadikan di antara mereka penolong-penolong(mu), hingga mereka berhijrah pada jalan Allah. Maka jika mereka berpaling, tawan dan bunuhlah mereka di mana saja kamu menemuinya, dan janganlah kamu ambil seorangpun di antara mereka menjadi pelindung, dan jangan (pula) menjadi penolong


ayat ini ada lanjutannya, karena dia ayat ke 90 dimulai dengan kata "kecuali"

"kecuali orang-orang yang meminta perlindungan kepada sesuatu kaum, yang antara kamu dan kaum itu telah ada perjanjian (damai) atau orang-orang yang datang kepada kamu sedang hati mereka merasa keberatan untuk memerangi kamu dan memerangi kaumnya. Kalau Allah menghendaki, tentu Dia memberi kekuasaan kepada mereka terhadap kamu, lalu pastilah mereka memerangimu. tetapi jika mereka membiarkan kamu, dan tidak memerangi kamu serta mengemukakan perdamaian kepadamu maka Allah tidak memberi jalan bagimu (untuk menawan dan membunuh) mereka"

Jadi...ada pengecualiannya, Islam ga semena-mena kok....dibagian akhir ayat ke-90 itu, "tetapi jika mereka membiarkan kamu dan tidak memerangi kamu serta mengemukakan perdamaian kepadamu mala ALLAH TIDAK MEMBERI JALAN BAGIMU [untuk menawan dan membunuh] MEREKA" itu kayanya jelas deh...........



Q.S. Al-Anfaal ayat 39

"Fight them until there is no dissension ang the religion is entirely Allah's"


lengkapnya:
Dan perangilah mereka, supaya jangan ada fitnah dan supaya agama itu semata-mata untuk Allah. Jika mereka berhenti (dari kekafiran), maka sesungguhnya Allah Maha Melihat apa yang mereka kerjakan


ini juga salah satu penterjemahan yang agak beda dari Qur'an yang aku punya...penggunaan kata UNTIL [di tuh pilem] dan SUPAYA di terjemahan ku itu punya makna yang beda....

Kalo UNTIL itu artinya PERANGILAH [TERUS MENERUS] SAMPAI..... tapi kalo UPAYA....PERANGILAH [KALAU MEMANG HARUS] SUPAYA... tuh khan...kelihatan deh disini bahwa ini bener2 sebuah fitnah.......


Islam itu agama damai, ibarat lebah yang tidak akan mengganggu kalau tidak diganggu......
Tapi jangan sekali-kali mengganggu lebah, karena satu sarang itu bakal menyerang...


Di video ini tuh dilihatin beberapa potongan2 orasi beberapa orang gitu...yang kalo menurut ku juga kayanya cuma diambil bagian2 yang diperlukan aja untuk membuat Islam terlihat seperti mengajarkan perang......dan dipotong-potong.......

 

Kita pun tau juga kan..??

Selain ayat-ayat yg dibahas oleh Om Wilders tu, dalam Al Qur’an sebenernya masih banyak yg  berhubungan dengan perang (jihad).

Misalnya :"Berangkatlah kamu, baik dalam keadaan merasa ringan ataupun merasa berat, dan berjihadlah dengan harta dan dirimu di jalan Allah. Yang demikian itu lebih baik bagi kamu jika kamu mengetahui" (QS. Al Taubah, 41, atau surah al Tahrim, 9 dan lain-lain).

Hampir seluruh ayat-ayat perang diturunkan sesudah Nabi saw hijrah ke Madinah atau yang dikenal dengan ayat-ayat Madaniyah.

 

Tapi ayat tersebut bukan memerintahkan untuk memerangi. Tapi dilakukan dalam kerangka defense, membela diri dari agresi dan kekerasan.

 

Al-Qur'an melarang kaum muslimin memerangi orang-orang yang tidak melakukan penyerangan atau pengusiran.

Adapun kafir 'ahdi atau kafir dzimmi (kafir yang berada di bawah naungan pemerintah Islam), darahnya tetap dilindungi, tidak seorang muslim pun diperkenankan memusuhinya.

Berikut sebagian dalil Hadits & Ayat Qur’an nya :

"Sesungguhnya harta benda kamu, kehormatanmu, darah kamu haram atas kamu (dilindungi), sebagaimana haramnya harimu ini di bulanmu ini dan di negerimu ini." (Riwayat Tarmizi)

 

"Barangsiapa membunuh seorang kafir ahdi, maka dia tidak akan mencium bau sorga, sedang bau sorga itu tercium sejauh perjalanan 40 tahun." (Riwayat Bukhari dan lain-lain)

 

"Barangsiapa membunuh seorang laki-laki dari ahli dzimmah, maka dia tidak akan mencium bau sorga." (Riwayat Nasa'i)

 

"Sesungguhnya Allah hanya melarang kamu menjadikan kawanmu orang-orang yang memerangi kamu karena agama dan mengusir kamu dari negerimu dan membantu orang lain mengusirmu".(QS. Al-Mumtahanah, 9).

 

"Bahwasanya, barangsiapa membunuh suatu jiwa, padahal dia tidak membunuh jiwa atau tidak membuat kerusuhan di permukaan bumi, maka seolah-olah dia telah membunuh manusia seluruhnya." (al-Maidah: 32)

 

…Dan perangilah mereka itu, sehingga tidak ada fitnah lagi dan (sehingga) ketaatan itu hanya semata-mata untuk Allah. Jika mereka berhenti (dari memusuhi kamu), maka tidak ada permusuhan (lagi), kecuali terhadap orang-orang yang lalim.

(Al Baqarah : 192)

 

Ada beberapa hal yang harus diperhatikan terkait dengan ayat-ayat perang. Pertama, jumlah ayat perang sangat terbatas bila dibandingkan dengan ayat-ayat damai. Kedua, persyaratannya sangat ketat. Yaitu tidak boleh melampaui batas (dengan menyakiti kaum perempuan, anak-anak, orang-orang tua dan tidak merusak kemaslahatan umum seperti tempat ibadah). Ketiga, perang hanya dalam kondisi membela diri. Keempat, perang hanya untuk membela kebebasan dan keyakinan. Ini terlihat jelas dari perbuatan Nabi, yaitu ketika beliau tak diberi ‘ruang bernafas’ oleh orang-orang Quraisy.

 

Di sini dapat ditarik kesimpulan penting: aksi kekerasan yang marak belakangan melenceng jauh dari ajaran Islam. Mereka mengecam kebebasan, bukan membelanya; memberangus keyakinan, bukan melindunginya, bahkan menutup tempat-tempat ibadah. Padahal sebagaimana telah diungkapkan, itu adalah ‘garis merah’ dalam sebuah perang. Begitu juga dengan bom bunuh diri. Itu bukanlah jihad. Bunuh diri berarti menyerah dan putus asa untuk terus memperjuangkan sebuah keyakinan.

 

Mengakhiri tulisan ini, aku ingin semua orang jangan berpikir bahwa cuma Al Qur’an yg mengandung Ayat Perang tersebut. Dalam Al Kitabnya Om Wilder pun juga sebenernya ada.. tapi knapa dia cuman nguprek yg dituding Kejam Cuma Islam ya ???

 

Berikut sebagian yang saya temukan, lewat om Google :

Matius: 10:34

"Jangan kamu menyangka, bahwa Aku datang untuk membawa damai di atas bumi; Aku datang bukan untuk membawa damai, melainkan PEDANG”

Lukas
19:27

"Akan tetapi semua seteruku ini, yang tidak suka Aku menjadi rajanya, bawalah mereka kemari dan BUNUHLAH mereka di depan mata-Ku"

Ulangan 13:6-9

"Bunuh orang kafir dan musyrik !! "

Matius l8:8-9

"Potong kaki, tangan & cungkil mata orang yang menyesatkan.."

 

ULANGAN 20:10-13
10. Apabila engkau mendekati sebuah kota untuk berperang melawannya, maka haruslah engkau menawarkan damai kepadanya.
11. Apabila
kota itu menerima perdamaian itu dan dibukanya pintu gerbang bagimu, maka haruslah semua orang yang ada disitu melakukan pekerjaan RODI bagi mu dan menjadi hamba kepadamu.
12. Tetapi apabila
kota itu tidak mau berdamai dengan engkau, melainkan mengadakan perlawanan dengan engkau, maka haruslah engkau mengepungnya.
13 dan setelah Tuhan, Allahmu menyerahkannya kedalam tanganmu, maka haruslah engkau membunuh seluruh penduduknya yang laki-laki dengan mata pedang.

 

Samuel 15:3

"Jadi pergilah sekarang, kalahkanlah orang Amalek, tumpaslah segala yang ada padanya, dan janganlah ada belas kasihan padanya. Bunuhlah semuanya, laki-laki maupun PEREMPUAN, KANAK-KANAK MAUPUN ANAK-ANAK YANG MENYUSU, LEMBU maupun DOMBA, UNTA maupun KELEDAI "


Ulangan 20:16

"Tetapi dari kota-kota bangsa-bangsa itu yang diberikan TUHAN, Allahmu, kepadamu menjadi milik pusakamu, JANGANLAH KAU BIARKAN HIDUP APAPUN YANG BERNAFAS"

 

Yosua 6:21

"Mereka menumpas dengan mata pedang segala sesuatu yang di dalam kota itu, baik laki-laki maupun PEREMPUAN, baik TUA maupun MUDA, sampai kepada LEMBU, DOMBA, dan KELEDAI " .

 

 

Kamis, 03 April 2008

Cara Rasul Hadapi Islamofobia (film fitna)

ada artikel bagus nih..sebagai renungan dan antisipasi mengenai islamofobia, terutama film fitna yang lagi gencar2 nya.
-------------------------------------------------- ----------------------
http://republika.co.id/kolom_detail....6918&kat_id =16
Jumat, 14 Maret 2008

Cara Rasul Hadapi Islamofobia

Oleh :

Rifqi Fauzi
Mahasiswa Jurusan Hadis Universitas Al Azhar Kairo Mesir

Akhir-akhir ini hinaan terhadap Islam kembali mencuat, malah makin banyak kasusnya. Kartun Nabi Muhammad SAW yang dulu menuai kritik kembali di muat di Denmark. Di Berlin dalam sebuah pameran poster, dipajang poster yang menghina Kota Makkah dengan menyebut Kabah sebagai batu bodoh.

Di Belanda, Geert Wilders membuat film anti-Islam dan melecehkan Alquran. Di Amerika Serikat, pada tanggal 27 Februari lalu dalam sebuah acara primetime di ABC News yang berjudul ‘What Would You Do?’ menayangkan masyarakat Amerika yang masih banyak memandang Islam sebagai sebuah ajaran yang menakutkan. Ini menunjukkan bahwa masyarakat Barat masih terus dan makin banyak yang benci dan memandang bahwa agama Islam adalah ajaran yang berbahaya. Tentunya sebagai Muslim kita harus tahu cara yang tepat dalam menghadapi kasus-kasus ini sehingga jangan sampai reaksi Muslim malah bukan menghilangkan Islamofobia Barat, tetapi menambah stigma buruk bagi Islam.

Faktor penyebab
Secara umum adanya Islamfobia, yang kebanyakan terjadi di dunia Barat, disebabkan beberapa faktor. Pertama, dalam Alquran Allah SWT telah mempertegas bahwa sampai kapan pun kaum Yahudi dan Nasrani tidak akan pernah rida terhadap Islam (lihat QS Albaqarah [2]:120). Alquran telah banyak menceritakan penghinaan terhadap Nabi Muhammad SAW yang dilakukan oleh orang kafir, di antaranya beliau dituduh sebagai penyair (QS Al Anbiyaa’ [21]:5), dihina sebagai dukun (QS Al Haaqqah [69]:42), dituduh sebagai tukang sihir (QS Adz Dzaariyaat [51]:52), dihina sebagai orang gila (QS Al Hijr [15]: 6).

Ada juga hinaan terhadap status beliau sebagai anak yatim dan orang miskin (QS Az Zukhruf [43]:31). Hinaan bahwa Nabi tidak perlu makan dan menikah (QS Al Furqaan [25]:7). Beliau dituduh bahwa Alquran diajarkan oleh orang Nasrani (QS An Nahl [16]:103). Hinaan bahwa beliau tidak akan mempunyai keturunan setelah kematian putranya yang bernama Qosim (QS Al Kautsar [108]:1-3), dan kasus lainnya.

Faktor kedua, yang menjadikan Barat membenci Islam adalah karena Islam merupakan tantangan ideologi yang bertentangan dengan prinsip atheis. Naquib Al-Attas mengungkapkan dalam bukunya, Islam and Secularism, bahwa Islam bukan hanya tantangan bagi kekristenan Barat, tetapi juga tantangan bagi prinsip-prinsip aristotellianisme dan epistemologi serta dasar-dasar filosofi yang diwarisi dari pemikiran Yunani dan Romawi.

Unsur-unsur itulah yang membentuk komponen dominan, mengintegrasikan elemen-elemen penting dalam berbagai dimensi pandangan hidup Barat. Islam pun dianggap tidak sejalan dengan pandangan hidup mereka.

Dr Basim Khafaji mengatakan bahwa Barat melihat Muhammad telah mempersembahkan pemahaman yang mungkin bisa menghancurkan pemikiran Barat dari asasnya, yaitu sentralisasi Allah Ta’ala dalam kehidupan manusia. Hal itu bertolak belakang dengan teori Barat yang dibangun di atas logika dan akal pemikiran manusia (Sohib Jasim, Akar-Akar Penghinaan Terhadap Islam dalam Pemikiran Barat, 2006).

Faktor terakhir adalah isu terorisme yang selama ini didengungkan oleh Amerika dan sekutunya. Ini telah merasuki pemikiran bangsa Barat sehingga mereka takut dan membenci Islam.

Teladan Rasul
Aisyah pernah bertanya kepada Rasulullah, ‘’Wahai Rasulullah, pernahkah engkau mengalami hari yang lebih buruk dari Perang Uhud?’’ Rasulullah menjawab, ‘’Suatu hari aku pernah menemui kaum yang sangat kejam yang belum pernah aku temui, yaitu hari di mana aku menemui kaum kampung aqobah (di Thaif), ketika aku ingin menemui (untuk meminta perlindungan, sekaligus menyebarkan islam) Ibnu Abi Yalil bin Abdi Kulal (salah satu pembesar di Thaif), tetapi dia tidak memenuhi keinginanku, lalu aku pulang dalam keadaan wajahku berdarah (karena perlakuan warganya yang melempaliranya dengan batu). Ketika aku berhenti di Qarnul Tsa’alib (Miqat Qarnul Manajil), aku melihat ke atas dan awan memayungiku sehingga aku merasa teduh. Lalu, aku melihat Jibril memanggilku, seraya berkata: ‘’Sesungguhnya Allah telah mendengar perkataan (hinaan) kaummu dan penolakan mereka kepadamu. Allah telah mengutus malaikat penjaga gunung terhadapmu.’’

‘’Ya Muhammad,’’ sahut malaikat pen-jaga gunung. ‘’Jika engkau mau supaya aku melipatkan Akhsyabain (dua gunung di Makkahm, yaitu gunung Abi Qubaisy dan gunung yang menghadapnya) ini di atas mereka, niscaya akan aku lakukan.’’ Namun, Rasulullah SAW malah berdoa (tidak ada sedikit pun keinginan untuk membalasnya). Bahkan, aku berharap mudah-mudahan Allah mengeluarkan dari tulang rusuk mereka (keturunan) yang menyembah Allah yang Esa dan tidak menyekutukan-Nya dengan sesuatu pun (HR Bukhari Muslim).

Dalam kisah lain, salah seorang dari kaum Quraisy biasa melempari kotoran jika Rasulullah SAW lewat di depan rumahnya. Ketika orang Quraisy itu tidak terlihat lagi, Rasulullah pun menanyakan tentang kabarnya. Ketika ada kabar bahwa orang itu sakit, Rasulullah langsung menjenguknya tanpa ada dendam sedikit pun.

Akhirnya, orang itu pun masuk Islam karena melihat akhlak mulia Rasulullah SAW. Dari kisah di atas, banyak pelajar yang bisa kita renungkan. Pertama, ketika cacian dan perlakuan tidak manusiawi datang menghadapi Rasulullah, maka yang dikedepankan oleh beliau bukan dengan kembali mencaci, tapi dengan menunjukkan sikap baik.

Secara tidak langsung ini adalah dakwah terhadap mereka yang membenci Islam. Terbukti akhlak baik Rasulullah dan sahabatnya telah mengantarkan Islam bisa tersebar luas dengan waktu yang singkat. Dengan ini maka umat Islam dituntut lebih memperbaiki lagi akhlaknya sehingga yang membenci tahu akan keagungan umat Islam.

Kedua, umat Islam harus senantiasa introspeksi, apakah kita pernah menjelaskan tentang Islam kepada orang-orang yang menghina Islam? Karena boleh jadi mereka membenci Islam karena belum tahu tentang hakikat Islam.

Jika belum, maka kita harus memberikan penjelasan tentang Islam dengan berbagai pendekatan. Kalau Rasulullah dahulu suka memberikan surat-surat yang ditujukan kepada para raja, maka sekarang pun kita bisa berdakwah lewat buku, dengan menerjemahkan karya-karya Islam ke dalam bahasa yang dipakai Barat. Atau bisa dengan pendekatan seni dan budaya yang lebih bisa diterima oleh mereka.

Ketiga, mungkin ini yang luput dari kita selama ini, yaitu mendoakan mereka untuk mendapatkan pintu hidayah. Rasulullah SAW tahu bahwa berdakwah saja tidak cukup. Hidayah adalah urusan Allah maka jalan terbaik untuk memintanya adalah dengan doa.

Maka, jika yahudi dan Nasrani tidak akan pernah ridha akan Islam, maka biarkanlah Allah SWT yang membalikkan hatinya menjadi mencintai Islam. Tentunya, tujuan penulis bukan untuk melarang berdemo. Demonstrasi saja tidak cukup untuk menghilangkan islamofobia, apalagi jika berdemo dengan cara brutal dan merusak. Maka, yang timbul bukan islamofobia hilang, tapi mungkin akan semakin menjadi-jadi.

Ikhtisar
Rasul wajib menjadi teladan dalam berdakwah. Masih banyak orang yang salah memahami Islam.

Fitna Tidak Dibuang, Indonesia Akan Blokir YouTube

Menteri Komunikasi dan Informasi Muhammad Nuh mengatakan, akan segera memblokir akses menuju situs YouTube, apabila dalam waktu dekat tidak juga menanggapi surat peringatan dari pemerintah Indonesia untuk segera menghapuskan film 'Fitna' yang dibuat oleh politisi Belanda, Geert Wilders, dan yang telah mendapat protes umat Isam.

“Kita memberikan batas waktu selama dua hari (semenjak kemarin) dan bila sampai waktu itu Fitna belum juga di-remove maka kita akan bekerja sama dengan ISP (Internet Services Provider) memblokir YouTube, ” ujar Nuh yang seusai menghadiri pengangkatan Mahfud MD sebagai hakim Mahkamah Konstitusi oleh Presiden di Istana Negara, Jakarta.

Nuh menambahkan, pemerintah telah melayangkan surat permintaan kepada pengelola YouTube, Senin(31/3) pagi, untuk segera menghapuskan film Fitna. Bahkan, untuk memperkuat permintaan tersebut, pemerintah juga telah melampirkan surat contoh dari Pemerintahan Kerajaan Thailand yang melarang dan mencabut penampilan film yang isinya diduga telah menghina Raja Thailand.

“Bagaimanapun yang bertanggung jawab atas isi situs itu adalah pengelola YouTube. Tidak mungkinkan kita yang edhel-edhel (mengacak-acak) muatan situsnya. Anggap saja Fitna itu muatan di dalam truk. Kan gak mungkin kita utak-atik isi truknya, ya pilihannya kita blok saja truknya, ” ujar Nuh yang mengaku belum menonton film yang dimaksud

Secara terpisah Rektor Universitas Islam Negeri (UIN) Syarief Hidayatullah Prof Komarudin Hidayat mengajak masyarakat untuk bijak dalam memprotes film Fitna, sSalah satunya seperti yang dilakukan mantan PM Malaysia, Mahathir Muhammad.

"Menurut saya Mahathir cukup rasional. Boikot saja, itu lebih elegan dan dampaknya juga lebih telak, " kata Komarudin usai bertemu Wapres Jusuf Kalla, di Kantor Wapres, Jakarta, Rabu (2/4).

Menurutnya, langkah tersebut lebih bijak ketimbang melakukan aksi bakar-bakaran. "Barat memang perlu dikasih pelajaran, atas nama kebebasan. Daripada bakar-bakaran lebih baik boikot saja, " tandasnya.

Komar mengakui, masyarakat muslim cepat terpancing untuk melakukan tindak kekerasan dalam menghadapi upaya menyudutkan Islam.

"Satu sisi Fitna itu tidak benar, tapi di sisi lain juga kritik pada umat Islam, agar dalam menghadapi masalah tidak dengan cara destruktif. Jangan umat Islam itu mudah sekali terprovokasi. Kalau ada apa-apa sedikit, langsung ramai, " imbuhnya. (novel/jn-ok)

Dewan Gereja Se-Dunia: Film Fitna adalah “Islamophobia”

Dewan Gereja se-Dunia (WCC) mengecam film buatan anggota perlementer sayap kanan Belanda, Geert Wilders  sebagai bentuk “Islamophobia”

ImageHidayatullah.com--Direktur Program Dialog Antaragama WCC itu mengkritik film pendek Geert Wilders berjudul "Fitna" sebagai " kasus yang jelas dari Islamofobia."

"Terlihat melalui gambar-gambar, pembuat film melukiskan ekstrimisme keras tanpa ada usaha untuk memisahkannya dari Islam mainstream," kata Premawardhana. "Ekstrimisme adalah masalah di setiap agama dan perlu dicegah melalui dialog antaragama."

Wilders, pemimpin Partai Kebebasan yang anti imigrasi, menayangkan video pendeknya di Internet pada Kamis lalu dan disambut kemarahan umat Muslim di seluruh dunia. Di film tersebut, gambar serangan 11 September di Amerika Serikat dan peledakan bom yang dilakukan ekstrimis Muslim muncul bersama kutipan-kutipan dari Al-Quran.

Dalam pernyataan bersama, para menteri luar negeri Uni Eropa, mengecam film tersebut dan mengekspresikan dukungan mereka untuk Pemerintah Belanda, yang menjauh dari film Wilder.

"Film itu menyamakan Islam dengan kekerasan dan pandangan ini dengan tajam ditolak," bunyi pernyataan 27 menteri tersebut.

Namun, Uni Eropa juga mengatakan film itu tidak melewati batas kebebasan beragama dan mereka yang terhina oleh isinya tidak seharusnya bereaksi dengan kasar.

"Merasa terhina bukanlah alasan untuk menyerang atau mengancam," kata mereka.

Film itu menyebabkan kemarahan di negara-negara mayoritas Muslim termasuk Iran, yang menyebut film itu mengerikan, menghina dan anti-Islam.

Sebuah delegasi yang terdiri dari umat Kristiani dan Muslim Belanda minggu lalu mengunjungi Mesir untuk mengurangi kerusakan yang dapat disebabkan film tersebut. Menurut Ecumenical News International, mereka membawa pesan bahwa mayoritas populasi, komunitas gereja dan Muslim di Belanda menentang film tersebut, namun kebebasan berbicara berarti bahwa Pemerintah Belanda tidak berkuasa melarang penayangannya.

Menurut anggota delegasi, ulama Al-Azhar, Mesir, Syeikh Muhammad Sayyid Tantawi, mengekspresikan ketidaksenangannya kepada mereka dalam pertemuan selama setengah jam tersebut.

"Seorang anggota parmelen di Belanda menghina satu setengah milyar umat Muslim. Ini tidak dapat ditoleransi," kata Tantawi dikutip delegasi.

Bas Plaisier, anggota delegasi dan sekretaris jenderal Gereja Protestan di Belanda, mengatakan setelah pertemuan dengan Talawi, "Sekali lagi jelas bagi kami bagaimana respon terhadap isu ini sangat emosional di dunia Arab. Film ini bermain dengan api."

Awal bulan lalu, WCC meluncurkan komentar "Belajar untuk Mengeksplorasi Kasih Bersama-sama," di mana tubuh ekumenikal itu mendesak baik Muslim dan Kristiani menemukan dasar bersama dalam kasih untuk Tuhan dan sesama. [chp/cha/www.hidayatullah.com]