Selasa, 26 Februari 2008

Ada Air di Mars?

San Diego, Kamis -- Badan Antariksa AS, NASA, menemukan bukti cukup meyakinkan bahwa air masih mengalir di permukaan Mars belum lama ini. Temuan tersebut semakin memperkuat dugaan bahwa planet merah memiliki wilayah-wilayah yang bisa mendukung kehidupan.
 
Bukti yang dimaksud adalah keberadaan selokan-selokan raksasa serupa jalur air yang diabadikan wahana ruang angkasa milik NASA. Selokan-selokan itu menjadi pertanda bahwa air barangkali pernah mengalir di sana dalam beberapa tahun terakhir.

Menurut para peneliti, selokan dan parit-parit yang dilihat wahana Mars Global Surveyor (sebelum wahana tersebut putus hubungan dengan Bumi) itu masih cukup muda secara geologis. Diduga, bentuk-bentuk itu terjadi akibat aliran air deras yang menuruni tebing-tebing dan kemudian mengukir dinding kawah Mars.

Untuk meyakinkan temuan di atas, para ilmuwan dari Pusat Ilmu Pengetahuan Ruang Angkasa Malin, San Diego, bertekad untuk mengambil ulang ribuan foto selokan raksasa di Mars. Mereka berharap menemukan bukti-bukti aliran air yang lain.

Adapun foto selokan yang dimaksud, diambil pertama kali tahun 1999 dan 2001. Lokasi itu difoto lagi tahun 2004 dan 2005, dan terlihat adanya perubahan konsisten. Perubahan ini dianggap merupakan bukti adanya aliran air.

Pada foto-foto terakhir, para ilmuwan menemukan adanya endapan berwarna terang di dalam selokan, yang tidak terlihat di foto sebelumnya. Mereka menyimpulkan bahwa endapan tersebut --mungkin lumpur, garam, atau es-- tertinggal ketika air mengalir melaluinya.

Meski dugaan mengenai keberadaan air itu merupakan temuan menarik, namun tidak semua ilmuwan memiliki pemikiran sama. Beberapa peneliti menyebut bahwa selokan-selokan baru itu bisa saja terbentuk oleh karbondioksida cair.

Alasannya, menurut model komputer mengenai lapisan Mars, air hanya bisa ditemukan pada kedalaman beberapa kilometer. Sedangkan karbondioksida cair bisa muncul di dekat permukaan di mana temperatur bisa turun hingga -107C.

Apapun penyebabnya, keberadaan selokan baru itu menunjukkan bahwa planet merah ternyata lebih aktif daripada dugaan sebelumnya, begitu dituliskan para peneliti di journal Science.


Bukti Baru Bahwa Pernah Ada Kehidupan di Mars

Satu lagi temuan yang memperkuat teori bahwa pernah ada kehidupan di Planet Mars.
Adakah kehidupan di planet selain bumi? Adakah planet lain yang layak dihuni manusia? Inilah misteri yang tak jua habis digali para ahli astronomi kita. Belum lama ini ditemukan sebuah kandungan karbon dalam kepingan kecil meteor Mars. Temuan yang bagi orang awam tidak berarti apapun tersebut ternyata sangat ber-harga bagi ilmuwan. Adanya karbon dalam materi Mars menguatkan dugaan bahwa di Planet Merah itu sempat ada kehidupan.
Materi karbon itu tersimpan di dalam kerak mateor dari planet Mars. Temuan berharga ini akan dipresentasikan dalam ajang Lunar and Planetary Science Conference di Houston,
Texas bulan depan.
Selama ini diketahui bahwa semua proses kehidupan di bumi berasal dari elemen karbon. Berarti kalau ada kandungan karbon di kepingan planet Mars, kemungkinan besar di planet itu pernah ada kehidupan juga. Dari studi ditemukan bahwa karbon dalam meteor Mars memang orisinil berasal dari planet itu, bukan akibat dari kontaminasi di bumi. Meteor Mars yang mengandung karbon itu adalah ALH840001 yang jatuh ke bumi pada 1998 lalu. Objek ini terdiri dari bebatuan yang cukup langka. Bebatuan ini diyakini berasal dari ledakan di permukaan Mars yang menghasilkan imbas cukup besar, yakni terlemparnya serpihan planet itu hingga miliaran tahun sebelum jatuh ke bumi.  Data serupa juga dijumpai pada kepingan meteor Nakhla yang jatuh di Mesir pada tahun 1911. Pihak Natural History Museum di London yang menyimpan beberapa kepingan meteor itu setuju untuk meminjamkannya pada NASA untuk dianalisa. Kandungan karbon terdapat pada pori-pori dan saluran tersembunyi di meteor. Sebagian materi ini nampak gelap ketika dilihat dari bawah mikroskop. “Ini adalah materi yang sangat menarik. Kami tidak yakin apa artinya tapi yang jelas materi itu terdapat pada semua bagian Nakhla,” papar Kathie Thomas Keprta, ilmuwan dari Lockheed Martin Corporation dan Johnson Space Center, NASA di Houston, Texas seperti yang dikutip BBC News baru-baru ini. Ihwal keaslian komponen karbon itu dari Mars bisa dikuatkan Peter Buseck, profesor ilmu geologi dari
Arizona State University. Ia menemukan bukti kuat bahwa kandungan karbon itu bukanlah berasal dari bumi, melainkan dari Mars. Memang sulit untuk mengidentifikasi asal mula karbon hanya dari analisa mikroskopis. Isotop karbon meteor Nakhla diketahui terdiri atas 75 persen, sedangkan lainnya adalah karbon –14. Sejauh ini terbukti apabila ada objek yang mengandung komponen karbon – 14, itu dipastikan berasal dari angkasa luar atau karbon masa purba.  Jika memang benar kandungan itu asli berasal dari Mars, bisa jadi materi lain yang mendekati unsur karbon yang juga bersumber dari bebatuan lain di luar angkasa menabrak Mars ratusan atau ribuan tahun silam. Atau itu memang merupakan aktivitas mikroba kecil. Apakah teori ini dapat dipertahankan atau diruntuhkan..

Wallahu a'lam..

 

 

Adam Adalah Makhluk dari Luar Angkasa ??

Dalam banyak ayat, AlQur'an mengatakan bahwa tempat mula-mula Adam dan Hawa adalah disuatu tempat bernama "Jannah", yang oleh kebanyakan ahli tafsir diterjemahkan sebagai "surga", sebagaimana surga yang dijanjikan untuk orang-orang yang beriman pada hari kemudian. Tetapi benarkah demikian? Tidakkah akan dijumpai beberapa kejanggalan dan menimbulkan masalah yang irrasional dan bertentangan dengan akal pikiran manusia, begitu memasuki pemahaman AlQur'an lebih jauh lagi?

Ada pengertian lain yang lebih tepat untuk penafsiran kata Jannah ketimbang dari penafsiran surga, yaitu "kebun yang subur." Dan memang Jannah dalam bahasa Arab dapat berarti kebun dan dapat juga diartikan sebagai surga.


"Hai Adam ! tinggallah engkau dan istrimu di Jannah serta makanlah oleh kamu berdua apa-apa yang disukai, tetapi janganlah kamu mendekati Syajaratu, karena kamu akan termasuk golongan mereka yang zhalim".
(QS. 7:19)


Iblis jelas sudah ingkar sejak dulu diperintahkan Tuhan untuk sujud pada Adam, tapi kenapa masih ada dalam surga yang suci? Buktinya dia masih bisa merayu Adam dan istrinya untuk mendekati Syajarah yang dalam terjemahan Indonesia, biasanya ditafsirkan sebagai "pohon terlarang dalam surga"


Tapi benarkah didalam Jannah atau kebun itu terdapat sebuah pohon yang terlarang untuk dimakan buahnya oleh Adam dan istrinya?
Mari kita tinjau dulu arti pohon terlarang ini dari ayat aslinya :
Istilah yang dipakai oleh Qur'an untuk menyatakannya adalah dengan Syajaratu atau Syajarah yang selalu ditafsirkan oleh para penafsir Qur'an dengan kata pohon. Padahal tidak demikian adanya.
Istilah Syajaratu memiliki pengertian Pertumbuhan, dan istilah Syajarah berarti Bertumbuh bukan = pohon.
Adapun yang berarti pohon ialah Syajaruh, seperti yang tercantum pada ayat 16/68, 27/60, 36/80 dan 55/6.


Dan dengan pengertian serta perbedaan kedua arti kata itu, maka sekarang bisa diartikan sebagai dilarangnya Adam oleh Tuhan untuk melakukan persetubuhan/pertumbuhan dengan Hawa didalam Jannah tersebut, meskipun waktu itu Hawa sudah menjadi istri dari Adam.
Pertumbuhan itu adalah kata lain untuk pembuahan yang terjadi akibat hubungan suami istri
Karena itulah ayat AlQur'an tidak melarang Adam 'Jangan memakan' atau 'Jangan mengambil buah pohon' tetapi yang dinyatakan kepada Adam adalah 'Jangan mendekati pertumbuhan'.


AlQur'an memang melukiskan kejadian tersebut sedemikian rupanya melalui kalimat-kalimat yang halus dan baik sehingga menjadi sopan dan indah dengan perkataan Syajarah atau Syajaratu yang oleh para penafsir selama ini diartikan dengan pohon.


Mereka dapat dibujuk oleh Iblis agar melakukan persetubuhan tersebut lalu keduanya terjebak dan terbuai akan kenikmatan tersebut sehingga ketika mereka sadar mereka mendapati bahwa tubuh mereka sudah tidak lagi terbungkus dengan pakaian karena pakaian mereka sudah terlempar kesana kemari. Dan ini bersesuaian dengan ayat 7:22 yang menyatakan bahwa setelah mereka merasakan "buah dari pohon itu" yang bisa diartikan "hasil /buah/ dari perbuatan mereka tersebut", mereka tersentak karena menyadari telah dapat melihat aurat masing-masing.


Dan mereka mulai menutupi aurat mereka dengan daun-daun yang ada dikebun tersebut secara refleks, sebab mereka tidak sempat lagi berpikir kemana pakaian mereka sebelumnya terlempar. Reaksi reflek ini dapat saja terjadi karena begitu sadar mereka telah melanggar ketentuan dari Tuhan, saking paniknya mengambil apa saja untuk menutupi keadaan diri masing-masing, untuk selanjutnya Adam meminta ampun kepada Allah atas pelanggarannya itu.
Perbuatan Adam ini dinilai oleh Tuhan sebagai orang yang tidak memiliki kemauan yang kuat untuk memenuhi perintah Allah sebagaimana ayat 20:115, meskipun memang semuanya itu adalah kehendak dari Allah agar Adam turun kebumi dan menjadi khalifah disana.


Dan ini menjadi semacam peringatan keras sekaligus pelajaran berharga bagi kita sebagai anak cucu Adam, bahwa betapa sukarnya untuk mengendalikan hawa nafsu, terutama kepada perempuan alias nafsu syahwat.


"Lalu keduanya digelincirkan oleh syaitan dari Jannah itu dan dikeluarkan dari keadaan semula dan Kami berfirman:"Turunlah!"
(QS: 2:36)
"Turunlah" itu adalah kalimah perintah, dan dalam bahasa Qur'annya adalah "ih bithu" , dan arti sebenarnya adalah : "Turun dari tempat yang tinggi.", seperti dari gunung, dan juga dipakai dengan arti "Pindah dari satu tempat kesatu tempat lain." Hal ini sama dengan yang dikatakan oleh Qur'an pada turunnya Nabi Nuh dari kapal kedaratan, jatuhnya batu dari tempat tinggi dan lain sebagainya.


Kita melihat bahwa AlQur'an disini juga tidak menjelaskan secara jelas, dimana Adam dan istrinya itu turun dan bertempat tinggal setelah diperintah oleh Allah keluar dari Jannah tersebut. Sehingga tetap akan selalu ada kemungkinan bahwa sebelum Adam berdiam di planet bumi kita ini, Adam dan istrinya telah terlebih dahulu turun dan mendiami bumi-bumi lainnya disemesta alam ini dan berketurunan disana, yang mana keturunan dari mereka ini akan menjadi Adam-adam pertama ditempat-tempat tersebut untuk selanjutnya mereka melanjutkan perjalanan mereka keplanet bumi ini sebagai bumi terakhir yang belum mereka kunjungi, dan merupakan tempat mereka tinggal selama-lamanya, hingga wafatnya.


Cukup logis jika kita tidak menganggap bahwa Jannah itu sebagai surga yang dijanjikan kepada kita kelak, sebab jika tidak demikian, akan muncul beragam pertanyaan yang tidak terpecahkan, yaitu: Jika memang Iblis telah diusir dari surga oleh Allah sewaktu pertama kali ia ingkar atas perintah Allah kenapa mendadak Iblis bisa menggoda Adam dan Hawa yang masih disurga? Sedemikian tipisnyakah shelter dari surga itu sehingga bisa ditembus oleh Iblis?


Sementara surga itu sendiri sebagaimana yang disyaratkan oleh Qur'an sebagai suatu tempat yang kekal, dimana tidak satupun dari makhluk yang bisa keluar dari dalamnya dan tidak akan ada larangan apa-apa disana karena statusnya adalah sebagai tempat yang suci dan tempat kebebasan.
"Dan orang-orang yang beriman serta beramal saleh, mereka itu penghuni surga, mereka kekal di dalamnya."
(QS. 2:82)
Surga adalah tempat yang bila seseorang telah memasukinya maka tidak akan pernah dikeluarkan lagi (QS. 14:48)


Selanjutnya, Adam dan istrinya dikirim kebumi dengan kendaraan tertentu dari Jannah tersebut yang juga dikitari oleh Barkah (pelindung) di sekeliling mereka sebagaimana juga terjadi pada Nabi Muhammad SAW pada waktu peristiwa Mi'rajnya. Ketika mereka tiba diplanet bumi kita ini, pesawat/kendaraan mereka itu dikandaskan oleh Allah sehingga terpisahlah Adam dan Hawa untuk sekian lamanya sehingga akhirnya mereka kembali berjumpa di padang Arafah, berjarak 25 Km dari kota Mekkah dan 18 Km dari Mina.


Mereka didaratkan terpisah oleh Allah sebagai pelajaran untuk mereka berdua agar dapat belajar mengendalikan hawa nafsu mereka masing-masing sekaligus memberikan kesempatan kepada Adam dan Hawa untuk dapat beradaptasi dengan lingkungan barunya dibumi ini yang tidak jauh berbeda dengan keadaan sewaktu mereka masih di Jannah. Hal ini dapat kita selami dari lamanya waktu mereka berpisah begitu mereka diturunkan dibumi dari Jannah (menurut salah satu riwayat sekitar 200 tahunan; Wallahu'alam). Di bumi, Adam dan istrinya tidak terlalu kaget dengan lingkungan baru mereka sebab mereka sudah terbiasa dengan lingkungan seperti itu karena memang lingkungan bumi tidak berbeda jauh dengan Jannah tempatnya tinggal pertama kali. Masalah udara contoh lainnya. Jelas bahwa udara ditempat Adam tinggal dulu adalah sama dengan udara dibumi ini sebagai zat pernafasannya, begitupula keadaan tanah tempat mereka berpijak.


Jadi sesungguhnya jauh sebelum manusia melakukan beberapa penjelajahan angkasa seperti Apollo, Nabi Adam dan Hawa adalah dua orang manusia ciptaan pertama Tuhan yang pertama kalinya melakukan perjalanan antar planet, yang selanjutnya diteruskan oleh Nabi Muhammad SAW sebagai manusia pertama yang merintis penjelajahan ruang angkasa di masa lalu dari keturunan Nabi Adam.


Kesimpulannya arti "Jannah" adalah kebun yang terletak disuatu tempat diluar bumi. Dan ini tidak bertentangan dengan semua ayat Qur'an manapun juga, sebab sebagai suatu tempat yang nyata yang terletak diluar planet bumi, Jannah alias kebun yang subur itu tentunya siapapun masih dapat memasukinya, karena dia tidak bersifat kekal.
Satu hal lainnya yang semakin menguatkan pendapat ini adalah pernyataan pada surah Al-Jin 72:9 :
"...Dan sesungguhnya kami dahulu dapat menduduki beberapa tempat di langit itu." (QS. 72:9)
Ayat ini dapat kita hubungkan dengan pembahasan kita ini bahwa pada masa lalu, memang benar kaum Malaikat, kaum Jin serta manusia (yang waktu itu Adam dan istrinya) berkumpul dalam suatu tempat yang bernama Jannah yang terletak di suatu tempat dilangit


Di manakah letak Jannah atau tempat tinggal Adam dan istrinya saat dulu di luar bumi itu? apakah dalam planet-planet di atas orbit bumi (seperti Mars, Jupiter, Saturnus, Uranus, Neptunus, Pluto, dan planet-planet lainnya yang belum ditemukan)? atau terletak di luar galaksi bimisakti kita ini? Adakah disebutkan oleh al-Quran? Dan bisakah kita kesana?

Sabtu, 23 Februari 2008

Nikah Versus Maisyah

"Semua orang juga mau nikah, tapi, ana belum siap nikah tuh..."Kalimat itu keluar dari mulut seorang ikhwan yang baru saja menerima sebuah pesan SMS, dari temannya yang memang sudah menikah. "Nikah yo..." Isi SMS tersebut.Ternyata ikhwan itu tidak sendiri dengan kata-kata "Belum siap"nya. Banyak lagi ikhwan-ikhwan lain yang juga menjawab "belum siap" ketika ditanya tentang kapan nikah? Padahal usia sudah sangat cukup sekali untuk menikah, belum lagi dengan fitnah syahwat yang menjamur dimana-mana.

 

 

Duh... harus kuat iman plus rajin shaum sunnah untuk gak buru-buru nikahKetika ditanya tentang alasan ketidak siapan mereka, jawabannya bermacam-macam. Mulai dari menyelesaikan study, belum dapat izin orang tua, sampai masalah maisyah. Kebanyakan alasan mereka adalah masalah maisyah.Belum punya rumah, belum punya mobil , belum punya pekerjaan tetap, belum naik jabatan, atau bahkan belum bekerja sama sekali.Itu alasan mereka.

 

 

Duh akhi..., kalo nunggu sampai punya rumah dan mobil pribadi, kapan nikahnya???Padahal perintah Allah untuk menikah itu sangat jelas."Dan kawinkanlah orang-orang yang sendirian di antara kamu, dan orang-orang yang patut (kawin) dari hamba-hamba sahayamu yang perempuan.

 

 

Jika mereka miskin, Allah akan memampukan mereka dengan karunia-Nya. Dan Allah Maha Luas, lagi Maha Mengetahui" (Qur'an Surat An Nur : 32) Rasullulah salallahu alaihi wa salam juga memerintahkan kepada para pemuda untuk menikah, dan menasehati pada mereka yang tidak mampu untuk puasa, dengan tujuan untuk menahan syahwat.

 

 

Dari Ibnu Mas'ud radiallahu anhu, "Kami bersama Rasulullah salallahu alaihi wa salam, pada saat kami masih muda, dan tidak memiliki harta. Rasulullah salallahu alaihi wa salam bersabda "Wahai para pemuda! Menikahlah, jika kamu mampu, karena dengan menikah akan lebih menundukan pandangan, dan menjaga kemaluan.

 

 

Jika kamu tidak mampu, berpuasalah, karena puasa adalah penahan untuknya (syahwat)"(Hadist riwayat Bukhari Muslim)Lebih banyak ikhwan yang merasa belum siap menikah daripada akhwat. Hal ini karena ikhwanlah yang bertanggung jawab penuh untuk menafkahi istrinya, juga untuk menanggung segala biaya operasional rumah tangga.

 

 

Hmm... Lagi-lagi masalah maisyah... Bagaimana kalau dorongan untuk menikah itu semakin kuat dan tidak tertahan lagi??? Sementara maisyah belum mencukupi??? Allah menjanjikan pertolongannya wahai saudaraku... segeralah menikah...!!

 

 

Dari abu hurairah radiallahu anhu, Rasulullah salallahu alaihi wa salam bersabda "Ada 3 golongan yang adalah hak Allah untuk menolongnya. Seorang mujahid fi sabilillah, seorang mukatib*, dan seseorang yang ingin menikah untuk menjaga kehormatannya"(Hadist Riwayat Ahmad, At-tirmidhi, An- nasa'i , dan lain-lain)

 

 

(Hadist ini dihasankan oleh Shaikh Nashirudin Al Albani dalam Sahihul Jami' hadist no.3050)Dan didalam riwayat lain:Dari abu hurairah radiallahu anhu, Rasulullah salallahu alaihi wa salam bersabda" Adalah hak Allah untuk menolong seseorang yang ingin menikah dengan tujuan untuk menghindari maksiat (Apa yang Allah larang)(Hadist riwayat Ibnu Adiy, dihasankan oleh Shaikh Nashirudin al Albani dalam Sahihul Jami' Hadist No.3152)

 

 

Gimana??? Masih ragu untuk nikah???Insya Allah, mantapkan niat dan jangan pernah bosan berdo'a dan memohon pertolongan kepada Allah, Sebaik-baiknya penolong! Dan orang-orang yang berkata: "Ya Tuhan kami, anugerahkanlah kepada kami, isteri-isteri kami, dan keturunan kami sebagai penghibur hati (kami), dan jadikanlah kami imam bagi orang-orang yang bertaqwa" (Qur'an Surat Al-Furqaan : 74)

 

 

dr website pribadi Tiara Ummu Hamzah

ASAL MULA LAMBANG BULAN BINTANG



Ada beberapa versi pengamat sejarah mengatakan bahwa sebenarnya asal muasal lambang bulan bintang berasal dari lambang khilafah Islamiyah terakhir yang dimiliki umat Islam, yaitu Khilafah Turki Utsmani.
Khilafah ini adalah warisan terakhir kejayaan umat Islam. Memiliki luas wilayah yang membentang dari ujung barat sampai ujung timur dunia. Wilayahnya mencakup tiga benua besar dunia, Afrika-Eropa dan Asia. Ibukotanya adalah kota yang sejak 1400 tahun yang lalu telah dijanjikan oleh Rasulullah SAW sebagai kota yang akan jatuh ke tangan umat Islam.
Rasulullah bersabda, "Qonstantinopel akan kalian bebaskan. Pasukan yang mampu membebaskannya adalah pasukan yang sangat kuat. Dan panglima yang membebaskannya adalah panglima yang sangat kuat.."

Berabad-abad lamanya umat Islam memimpikan realisasi kabar gembira Rasulullah itu. Namun sejak zaman Khilafah Rasyidah, Khilafah Bani Umayah hingga Khilafah Bani Abbasiyah, kabar gembira itu tidak pernah
juga terealisasi. Memang sebagian Eropa sudah jatuh ke tangan Islam, yaitu wilayah Spanyol dengan kota-kotanya antara lain: Cordova,
Seville, Granda dan seterusnya. Namun jantung Eropa belum pernah jatuh secara
serius ke tangan Islam.
Barulah ketika Sultan Muhammad II yang lebih dikenal dengan Sultan Muhammad Al-Fatih menjadi panglima, jatuhlah kota yang pernah menjadi ibu kota Eropa itu. Lewat pertempuran yang sangat dahsyat dengan
menggunakan senjata paling modern di kala itu, yaitu CANON atau meriam yang sangat besar dan suaranya memekakkan telinga, Muhammad Al-Fatih berhasil menjatuhkan kota konstantininopel itu dan menjadikannya sebagai ibu kota Khilafah Turki Utsmani. Serta menjadikannya pusat peradaban Islam.
Wilayahnya adalah tiga benua dengan semua peradaban yang ada di dalamnya. Saat itu bulan sabit digunakan untuk melambangkan posisi tiga benua itu. Ujung yang satu menunjukkan benua Asia yang ada di Timur, ujung lainnya mewakili Afrika yang ada di bagian lain dan di tengahnya adalah Benua Eropa. Sedangkan lambang bintang menunjukkan posisi ibu kota yang kemudian diberi nama Istambul yang bermakna: Kota Islam.
Bendera bulan sabit ini adalah bendera resmi umat Islam saat itu, karena seluruh wilayah dunia Islam berada di bahwa satu naungan khilafah Islamiyah. Tidak seperti sekarang ini yang terpecah-pecah menjadi sekian ratus negara yang berdiri sendiri hasil dari jajahan barat.
Wajar kalau lambang itu begitu melekat di hati umat dari ujung barat Maroko sampai ujung Timur Marauke. Inilah lambang yang pernah dimiliki oleh umat Islam secara bersama, bulan dan bintang. Dan lambang ini kemudian seolah menjadi lambang resmi umat Islam dan selalu muncul di kubah-kubah masjid. Dan kalau kita perhatikan, nyaris hampir semua kubah masjid di berbagai belahan dunia punya lambang ini
(disalin dari blog sebelah)

Susunan Ayat AlQuran Acak-acakan ????

Susunan Ayat AlQuran
[11/06/2007, 13:32:28]

Assalamualaikum Wr Wb
Ustadz, saya ingin bertanya mengenai susunan ayat2 dalam al Quran. setahu saya al Quran diturunkan secara acak, kadang sesuai kondisi, keadaan dll kemudian saya mendengar bahwa susunan al Quran yang sekarang (utsmani) didasarkan pada hadits yang mengatakan bahwa "..ayat ini disimpan setelah ayat itu..dalam surat anu..urutan ke anu.." (atau hadits sejenisnya) tapi masalahnya, saya belum pernah menemukan satupun hadits yang seperti itu. ditambah lagi setelah saya buka website (saya memohon dengan sangat ustadz untuk membukanya) http://answering-islam.org.uk/Bahasa/Quran/kenapa_urutan_AQ_kacaubalau.html saya menjadi gelisah mengenai hal ini.. karena hal ini sangat mendasar sekali dalam keyakinan dalam berislam. Bisakah ustadz memeberi alasan yang logis mengenai hal ini dan akan lebih baik kalau ada contoh riwayat yang menyebutkan tentang susunan2 ayat tersebut.terimakasih sebelumnya.wassalam

Wigar Lavi

Jawaban:

Assalamu alaikum wr.wb Bismillahirrahmanirrahim. Alhamdulillah Rabbil alamin. Washshalatu wassalamu ala Asyrafil Anbiya wal Mursalin. Wa ba′du:

Perlu diketahui bahwa al-Quran sebelum diturunkan kepada Nabi Muhammad Saw, ia telah ada di lauhil Mahfudz berupa satu kitab utuh, dimana Allah menjelaskan bahwa al-Quran yang ada dilauhil mahfudz itu tidak bisa disentuh kecuali oleh hamba-hamba Allah yang dimuliakan (para Malaikat). Dalam surat al-Waqi′ah: 77-79 : dan (ini) sesungguhnya al-Quran yang sangat mulia, dalam kitab yang terpelihara (lauh mahfudz), tidak ada yang menyentuhnya selain hamba-hamba yang disucikan). Artinya al-Quran telah ada dilauhid mahfudz berupa satu kitab yang utuh, lengkap dengan susunan surat dan ayatnya.

Dari lauh mahfudz, al-Quran diturunkan ke langit dunia (baitul izzah) berupa satu kitab utuh, pada bulan Ramadhan di malam yang penuh berkah atau malam lailatul Qadar, sebagaimana dalam firman Allah: -Bulan Ramadhan adalah bulan dimana di dalamnya diturunkan Al-Quran sebagai petunjuk bagi umat manusia, dan penjelasan-penjelasan bagi petunjuk itu dan pembeda (antara yang benar dan yang bathil) (QS.2:185) -Sesungguhnya Kami turunkan al-Quran pada malam lailatul qadar (QS.al-Qadr:1) - Sesungguhnya Kami turunkan al-Quran pada malam yang penuh berkah (QS. Ad-Dukhan:3)

Kemudian dari langit dunia, diturunkan kepada Nabi Muhammad Saw melalui perantara malaikat Jibril secara berangsur, selama kurang lebih 23 th, sesuai dengan kondisi, keadaan yang menyertainya, atau yang biasa disebut sebagai asbab nuzul (sebab-sebab yang melatar belakangi turunnya ayat). Bisa dikatakan, turunnya ayat atau surat al-Quran kepada Nabi Muhammad dengan adanya asbab nuzul, itu adalah teknis yang digunakan oleh Allah Swt untuk bisa lebih dipahami oleh manusia. Jika seandainya tidak ada asbab nuzul yang menyertainya, sungguh al-Quran sudah ada dalam bentuk satu kitab yang utuh, lengkap dengan urutan surat dan ayatnya. Akan tetapi, Karena turunnya ayat berdasarkan sebab yang menyertainya, maka turunnya ayat tidak berurutan.

Kemudian yang menjadi pertanyaan, bagaimana ayat-ayat tersebut bisa tersusun seperti yang ada dalam mushaf sekarang ini?

Para ulama Islam, dari kalangan sahabat yang merupakan generasi pertama atau yang menyaksikan turunnya wahyu, dan para tabi′in serta ulama Islam berikutnya, sepakat bahwa peletakan urutan ayat adalah bersifat tauqify (hak mutlak Allah Swt), tidak ada campur tangan manusia disana. Rasulullah Saw memerintahkan kepada sekretarisnya untuk meletakkan ayat tertentu pada surat tertentu, atau setelah ayat tertentu, sesuai dengan arahan dari malaikat Jibril (sang penyampai wahyu). Hal itu berdasarkan sebuah hadits dari Usman bin Abi al-Ash berkata: suatu ketika aku duduk disisi Rasulullah Saw, tiba-tiba beliau mengarahkan pandangannya, setelah itu kemudian beliu berkata: Jibril telah datang kepadaku, dan memerintahkanku untuk meletakkan ayat ini dalam surat ini (Innallaha ya′muru bil′adli wal ihsaani wa iitaaidzil qurbaa (QS. An-Nahl:90)) sampai ayat selanjutnya. Hadits ini diriwayatkan oleh Imam Ahmad dengan sanad yang hasan.

Dalam hadits lain yang diriwayatkan oleh Imam Hakim dalam kitab shahihnya ”al-mustadrak”: bahwa Rasulullah Saw menyuruh kepada penulis wahyu untuk meletakkan ayat tertentu pada surat tertentu, atau ayat tertentu setelah ayat tertentu yang membicarakan tentang masalah tertentu.

Dan apa yang dilakukan oleh Usman bin Affan, adalah sebagai bentuk Ijtihad beliau yang bukan berdasarkan hawa nafsu atau faktor politik seperti yang di lontarkan oleh para orentalis dalam menyebarkan syubhat terhadap validitas al-Quran, melainkan berdasarkan apa yang datang dari Rasulullah Saw. Dimana beliau mengumpulkan sahabat-sahabat senior, para penghafal al-Quran, sehingga secara mutawatir tidak mungkin terjadi kesalahan, dan usaha Usman tersebut di dukung oleh semua sahabat yang ada kala itu, sehingga menjadi sebuah Ijma (konsensus). Tidak ada satu sahabatpun yang menentang. Tidak ada perubahan dalam susunan ayat, sampai ayat yang mansukh secara hukumpun tetap di tuliskan, sebagaimana diriwayatkan bahwa Ibnu Zubair berkata kepada Usman: ayat ”walladziina yutawaffauna minkum wa yadzaruuna azwaajan” (QS.2:224) telah dihapus dengan ayat lain, kenapa engkau masih menuliskannya? Maka Usman menjawab: wahai anak saudaraku, aku tidak akan merubah apapun dari tempatnya -sebagaimana aslinya-. Hal ini menunjukkan bahwa susunan ayat adalah tauqify, bukan rekayasa manusia.

Adapun mengenai kesan bahwa ayat al-Quran tidak sistematis, karena susunan ayatnya acak-acakkan, dimana seolah-olah antara satu ayat dengan ayat lainnya tidak ada korelasi yang dengan alasan itu, kemudian membuat tuduhan bahwa Usman telah melakukan kesalahan dalam petelakan ayat, adalah sesuatu yang tidak bisa diterima. Hal itu terbantah dengan riwayat yang menjelaskan bahwa apa yang dilakukan oleh Usman dalam pengumpulan al-Quran sesuai dengan apa yang diterima oleh Rasulullah Saw, hal itu disaksikan oleh para sahabat senior, para penghafal al-Quran, lembaran-lembaran yang ada pada sahabat, sehingga secara mutawatir tidak mungkin terjadi kesalahan.

Kesan bahwa ayat alquran acak-acakan, itu hanyalah kesan dan penilaian manusia belaka karena dalam melihat al-Quran menggunakan standar yang dipakai oleh umumnya manusia saat ini dalam menulis karya tulis, karya ilmiah dan yang serupa dengan itu. Sedangkan al-Quran bukanlah karya ilmiyah, ia bukan desertasi doktoral, ia bukan novel, akan tetapi ia adalah wahyu dan kalamullah, sehigga karakternya berbeda dengan karya-karya manusia. al-Quran memang diturunkan untuk manusia, sehingga ia harus sesuai dengan kondisi manusia, bisa dicerna akal manusia, karena tidak mungkin Allah memerintahkan sesuatu kepada hambanya diluar dari kemampuannya. Kalaupun ada yang sulit diterima oleh akal dan logika manusia, bukan berarti Alquran tidak masuk akal dan tidak rasional. Akan tetapi, manusialah yang tidak mampu mencerna dan memahami maksud-maksud Alquran. Namun, bagi mereka yang mempelajari Alquran secara objektif, mendalam, dan dengan pikiran yang jernih, ia akan mampu menangkap rahasia dan hikmah di balik susunan ayat dan surat Alquran tersebut. Dalam hal ini, Anda bisa membaca misalnya kitab Nazhm al-Durar karya al-Biqâ′i. Dengan indah dan menakjubkan beliau menyingkap korelasi dan hubungan antara satu ayat dengan ayat lain serta satu surat dengan surat berikutnya.

Sementara, lontaran-lontaran bahwa ayat Alquran acak-acakan, adalah syubhat-syubhat yang di buat oleh para orientalis, liberalis, sama sekali tidak berdasar. Ia tidak lain hanya dimaksudkan untuk membuat ragu kaum muslimin terhadap validitas dan otentitas al-Quran. Sebenarnya tujuan besarnya bukan hanya menimbulkan keraguan dikalangan kaum muslimin dengan melontarkan syubhat-syubhat yang dibungkus dengan rasionalitas, liberalitas dalam berfikir, akan tetapi lebih dari itu, adalah mendustakan Rasulullah dan ajarannya yang datang dari Allah Swt.

Semoga Allah memberikan taufik dan hidayah-Nya kepada kita semua. Wallahu a′lam bish-shawab. Wassalamu alaikum wr.wb.

sumber : syariahonline.com

Rabu, 20 Februari 2008

TEORI EVOLUSI: PENIPUAN ILMIAH PALING TERSOHOR SEPANJANG SEJARAH

Disalin dari blog tetangga :)

Bantahan dari artikel Hamdan Nasrullah yang saya dapatkan dari site semuabisnis.com ini cukup menarik untuk disimak. Uraiannya cukup lengkap dan komprehensif sehingga “nggak repot-repot lagi” nyari referensi.

—–

By Hamdan Nasrullah

Sebagian orang yang pernah mendengar “teori evolusi” atau “Darwinisme” mungkin beranggapan bahwa konsep-konsep tersebut hanya berkaitan dengan bidang studi biologi dan tidak berpengaruh sedikit pun terhadap kehidupan sehari-hari. Anggapan ini sangat keliru sebab teori ini ternyata lebih dari sekadar konsep biologi. Teori evolusi telah menjadi pondasi sebuah filsafat yang menyesatkan sebagian besar manusia. Filsafat tersebut adalah “materialisme”, yang mengandung sejumlah pemikiran penuh kepalsuan tentang mengapa dan bagaimana manusia muncul di muka bumi. Materialisme mengajarkan bahwa tidak ada sesuatu pun selain materi dan materi adalah esensi dari segala sesuatu, baik yang hidup maupun tak hidup. Berawal dari pemikiran ini, materialisme mengingkari keberadaan Sang Maha Pencipta.

Di abad ke-20, teori evolusi telah terbantahkan tidak hanya oleh ilmu biologi molekuler, tapi juga oleh paleontologi, yakni ilmu tentang fosil. Tidak ada sisa fosil yang mendukung evolusi yang pernah ditemukan dalam penggalian yang dilakukan di seluruh penjuru dunia

Fosil adalah sisa jasad makhluk hidup yang pernah hidup di masa lampau. Bentuk dan susunan kerangka makhluk hidup, yang tubuhnya segera terlindungi dari sentuhan udara, dapat terawetkan secara utuh. Sisa kerangka ini memberi kita keterangan tentang sejarah kehidupan di bumi. Jadi, catatan fosil lah yang memberikan jawaban ilmiah terhadap pertanyaan seputar asal usul makhluk hidup.

PENDAPAT DARWIN

Teori evolusi menyatakan bahwa semua makhluk hidup yang beraneka ragam berasal dari satu nenek moyang yang sama. Menurut teori ini, kemunculan makhluk hidup yang begitu beragam terjadi melalui variasi-variasi kecil dan bertahap dalam rentang waktu yang sangat lama. Teori ini menyatakan bahwa awalnya makhluk hidup bersel satu terbentuk. Selama ratusan juta tahun kemudian, makhluk bersel satu ini berubah menjadi ikan dan hewan invertebrata (tak bertulang belakang) yang hidup di laut. Ikan-ikan ini kemudian diduga muncul ke daratan dan berubah menjadi reptil. Dongeng ini pun terus berlanjut, dan seterusnya sampai pada pernyataan bahwa burung dan mamalia berevolusi dari reptil.

Seandainya pendapat ini benar, mestinya terdapat sejumlah besar “spesies peralihan” (juga disebut sebagai spesies antara, atau spesies mata rantai) yang menghubungkan satu spesies dengan spesies yang lain yang menjadi nenek moyangnya. Misalnya, jika reptil benar-benar telah berevolusi menjadi burung, maka makhluk separuh-burung separuh-reptil dengan jumlah berlimpah mestinya pernah hidup di masa lalu. Di samping itu, makhluk peralihan ini mestinya memiliki organ dengan bentuk yang belum sempurna atau tidak lengkap. Darwin menamakan makhluk dugaan ini sebagai “bentuk-bentuk peralihan antara”.

Skenario evolusi juga mengatakan bahwa ikan, yang berevolusi dari invertebrata, di kemudian hari merubah diri mereka sendiri menjadi amfibi yang dapat hidup di darat. (Amfibi adalah hewan yang dapat hidup di darat dan di air, seperti katak). Tapi, sebagaimana yang ada dalam benak Anda, skenario ini pun tidak memiliki bukti. Tak satu fosil pun yang menunjukkan makhluk separuh ikan separuh amfibi pernah ada.

Dia saat mengemukakan teori ini, ia tidak dapat menunjukkan bukti-bukti fosil bentuk peralihan ini. Dengan kata lain, Darwin sekedar menyampaikan dugaan yang tanpa disertai bukti.

COELACANTH TERNYATA MASIH HIDUP

Hingga 70 tahun yang lalu, evolusionis mempunyai fosil ikan yang mereka yakini sebagai “nenek moyang hewan-hewan darat”. Namun, perkembangan ilmu pengetahuan meruntuhkan seluruh pernyataan evolusionis tentang ikan ini. Ketiadaan fosil bentuk peralihan antara ikan dan amfibi adalah fakta yang juga diakui oleh para evolusionis hingga kini. Namun, sampai sekitar 70 tahun yang lalu, fosil ikan yang disebut coelacanth diterima sebagai bentuk peralihan antara ikan dan hewan darat. Evolusionis menyatakan bahwa coelacanth, yang diperkirakan berumur 410 juta tahun, adalah bentuk peralihan yang memiliki paru-paru primitif, otak yang telah berkembang, sistem pencernaan dan peredaran darah yang siap untuk berfungsi di darat, dan bahkan mekanisme berjalan yang primitif. Penafsiran evolusi ini diterima sebagai kebenaran yang tak perlu diperdebatkan lagi di dunia ilmiah hingga akhir tahun 1930-an.

Namun, pada tanggal 22 Desember 1938, penemuan yang sangat menarik terjadi di Samudra Hindia. Seekor ikan dari famili coelacanth, yang sebelumnya diajukan sebagai bentuk peralihan yang telah punah 70 juta tahun yang lalu, berhasil ditangkap hidup-hidup! Tak diragukan lagi, penemuan ikan coelacanth “hidup” ini memberikan pukulan hebat bagi para evolusionis. Ahli paleontologi evolusionis, J. L. B. Smith, mengatakan ia tidak akan terkejut lagi jika bertemu dengan seekor dinosaurus yang masih hidup. (Jean-Jacques Hublin, The Hamlyn Encyclopædia of Prehistoric Animals, New York: The Hamlyn Publishing Group Ltd., 1984, hal. 120). Pada tahun-tahun berikutnya, 200 ekor coelacanth berhasil ditangkap di berbagai tempat berbeda di seluruh dunia.

BERAKHIRNYA SEBUAH MITOS

Coelacanth ternyata masih hidup! Tim yang menangkap coelacanth hidup pertama di Samudra Hindia pada tanggal 22 Desember 1938 terlihat di sini bersama ikan tersebut. Keberadaan coelacanth yang masih hidup mengungkapkan sejauh mana evolusionis dapat mengarang skenario khayalan mereka. Bertentangan dengan pernyataan mereka, coelacanth ternyata tidak memiliki paru-paru primitif dan tidak pula otak yang besar. Organ yang dianggap oleh peneliti evolusionis sebagai paru-paru primitif ternyata hanyalah kantung lemak. (Jacques Millot, “The Coelacanth”, Scientific American, Vol 193, December 1955, hal. 39). Terlebih lagi, coelacanth, yang dikatakan sebagai “calon reptil yang sedang bersiap meninggalkan lautan untuk menuju daratan”, pada kenyataannya adalah ikan yang hidup di dasar samudra dan tidak pernah mendekati rentang kedalaman 180 meter dari permukaan laut. (Bilim ve Teknik (Science and Technology), November 1998, No. 372, hal. 21).

MANUSIA BERAHANG KERA

Manusia PiltdownTengkorak Manusia Piltdown dikemukakan kepada dunia selama lebih dari 40 tahun sebagai bukti terpenting terjadinya “evolusi manusia”. Akan tetapi, tengkorak ini ternyata hanyalah sebuah kebohongan ilmiah terbesar dalam sejarah.
Rekonstruksi tengkorak manusia Piltdown yang pernah diperlihatkan di berbagai museum. Pada tahun 1912, seorang dokter terkenal yang juga ilmuwan paleoantropologi amatir, Charles Dawson, menyatakan dirinya telah menemukan satu tulang rahang dan satu fragmen tengkorak dalam sebuah lubang di Piltdown, Inggris. Meskipun tulang rahangnya lebih menyerupai kera, gigi dan tengkoraknya menyerupai manusia. Spesimen ini diberi nama “Manusia Piltdwon”. Fosil ini diyakini berumur 500.000 tahun, dan dipamerkan di berbagai museum sebagai bukti nyata evolusi manusia. Selama lebih dari 40 tahun, banyak artikel ilmiah telah ditulis tentang “Manusia Piltdown”, sejumlah besar penafsiran dan gambar telah dibuat, dan fosil ini diperlihatkan sebagai bukti penting evolusi manusia. Tidak kurang dari 500 tesis doktoral telah ditulis tentang masalah ini. (Malcolm Muggeridge, The End of Christendom, Grand Rapids, Eerdmans, 1980, hal. 59.)

Pada tahun 1949, Kenneth Oakley dari departemen paleontologi British Museum mencoba melakukan “uji fluorin”, sebuah cara uji baru untuk menentukan umur sejumlah fosil kuno. Pengujian dilakukan pada fosil Manusia Piltdown. Hasilnya sungguh mengejutkan. Selama pengujian, diketahui ternyata tulang rahang Manusia Piltdown tidak mengandung fluorin sedikit pun. Ini menunjukkan tulang tersebut telah terkubur tak lebih dari beberapa tahun yang lalu. Sedangkan tengkoraknya, yang mengandung sejumlah kecil fluorin, menunjukkan umurnya hanya beberapa ribu tahun.

Penelitian lebih lanjut mengungkapkan bahwa Manusia Piltdown merupakan penipuan ilmiah terbesar dalam sejarah. Ini adalah tengkorak buatan; tempurungnya berasal dari seorang lelaki yang hidup 500 tahun yang lalu, dan tulang rahangnya adalah milik seekor kera yang belum lama mati! Kemudian gigi-giginya disusun dengan rapi dan ditambahkan pada rahang tersebut, dan persendi-annya diisi agar menyerupai pada manusia. Kemudian seluruh bagian ini diwarnai dengan potasium dikromat untuk memberinya penampakan kuno.

Le Gros Clark, salah seorang anggota tim yang mengungkap pemalsuan ini, tidak mampu menyembunyikan keterkejutannya dan mengatakan: “bukti-bukti abrasi tiruan segera tampak di depan mata. Ini terlihat sangat jelas sehingga perlu dipertanyakan - bagaimana hal ini dapat luput dari penglihatan sebelumnya?” (Stephen Jay Gould, “Smith Woodward’s Folly”, New Scientist, 5 April 1979, hal. 44) Ketika kenyataan ini terungkap, “Manusia Piltdown” dengan segera dikeluarkan dari British Museum yang telah memamerkannya selama lebih dari 40 tahun. Manusia Piltdown merupakan pemalsuan yang dilakukan dengan merekatkan rahang kera pada tengkorak manusia

Tengkorak evolusi yang bohonSkandal Piltdown dengan jelas memperlihatkan bahwa tidak ada yang dapat menghentikan para evolusionis dalam rangka membuktikan teori-teori mereka. Bahkan, skandal ini menunjukkan para evolusionis tidak memiliki penemuan apa pun yang mendukung teori mereka. Karena mereka tidak memiliki bukti apa pun, mereka memilih untuk membuatnya sendiri.

KEKELIRUAN PEMIKIRAN TENTANG REKAPITULASI

Teori Haeckel ini menganggap bahwa embrio hidup mengalami ulangan proses evolusi seperti yang dialami moyang-palsunya. Haeckel berteori bahwa selama perkembangan di dalam rahim ibunya, embrio manusia kali pertama memperlihatkan sifat-sifat seekor ikan, lalu reptil, dan akhirnya manusia.

Sejak itu telah dibuktikan bahwa teori ini sepenuhnya omong kosong. Kini telah diketahui bahwa “insang-insang” yang disangka muncul pada tahap-tahap awal embrio manusia ternyata adalah taraf-taraf awal saluran telinga dalam, kelenjar paratiroid, dan kelenjar gondok. Bagian embrio yang diserupakan dengan “kantung kuning telur” ternyata kantung yang menghasilkan darah bagi si janin. Bagian yang dikenali sebagai “ekor” oleh Haeckel dan para pengikutnya sebenarnya tulang belakang, yang mirip ekor hanya karena tumbuh mendahului kaki.

Inilah fakta-fakta yang diterima luas di dunia lmiah, dan bahkan telah diterima oleh para evolusionis sendiri. Dua pemimpin neo-Darwinis, George Gaylord Simpson dan W. Beck telah mengakui:
Haeckel keliru menyatakan azas evolusi yang terlibat. Kini telah benar-benar diyakini bahwa ontogeni tidak mengulangi filogeni. Segi menarik lain dari “rekapitulasi” adalah Ernst Haeckel sendiri, seorang pemalsu yang mereka-reka gambar-gambar demi mendukung teori yang diajukannya. Pemalsuan Haeckel bermaksud menunjukkan bahwa embrio-embrio ikan dan manusia mirip satu sama lain.

Evolusi Haeckel’s EmbryosPada terbitan 5 September 1997 majalah ilmiah Science, sebuah artikel diterbitkan yang mengungkapkan bahwa gambar-gambar embrio Haeckel adalah karya penipuan. Artikel berjudul “Haeckel’s Embryos: Fraud Rediscovered” (Embrio-embrio Haeckel: Mengungkap Ulang Sebuah Penipuan) ini mengatakan: Kesan yang dipancarkan [gambar-gambar Haeckel] itu, bahwa embrio-embrio persis serupa, adalah keliru, kata Michael Richardson, seorang ahli embriologi pada St. George’s Hospital Medical School di London… Maka, ia dan para sejawatnya melakukan penelitian perbandingan, memeriksa kembali dan memfoto embrio-embrio yang secara kasar sepadan spesies dan umurnya dengan yang dilukis Haeckel. Sim salabim dan perhatikan! Embrio-embrio “sering dengan mengejutkan tampak berbeda,” lapor Richardson dalam Anatomy and Embryology terbitan Agustus [1997].

Pada terbitan 5 September 1997,majalah terkemuka Science menyajikan sebuah artikel yang menyingkapkan bahwa gambar-gambar embrio milik Haeckel telah dipalsukan. Artikel ini menggambarkan bagaimana embrio-embrio sebenarnya sangat berbeda satu sama lain… Penelitian di tahun-tahun terakhir telah menunjukkan bahwa embrio-embrio dari spesies yang berbeda tidak saling mirip, seperti yang ditunjukkan Haeckel. Perbedaan besar di antara embrio-embrio mamalia, reptil, dan kelelawar di atas adalah contoh nyata hal ini Science menjelaskan bahwa, demi menunjukkan bahwa embrio-embrio memiliki kemiripan, Haeckel sengaja menghilangkan beberapa organ dari gambar-gambarnya atau menambahkan organ-organ khayalan. Belakangan, di dalam artikel yang sama, informasi berikut ini diungkapkan:
Bukan hanya menambahkan atau mengurangi ciri-ciri, lapor Richardson dan para sejawatnya, namun Haeckel juga mengubah-ubah ukuran untuk membesar-besarkan kemiripan di antara spesies-spesies, bahkan ketika ada perbedaan 10 kali dalam ukuran. Haeckel mengaburkan perbedaan lebih jauh dengan lalai menamai spesies dalam banyak kesempatan, seakan satu wakil sudah cermat bagi keseluruhan kelompok hewan. Dalam kenyataannya, Richardson dan para sejawatnya mencatat, bahkan embrio-embrio hewan yang berkerabat dekat seperti ikan cukup beragam dalam penampakan dan urutan perkembangannya.

Artikel Science membahas bagaimana pengakuan-pengakuan Haeckel atas masalah ini ditutup-tutupi sejak awal abad ke-20, dan bagaimana gambar-gambar palsu ini mulai disajikan sebagai fakta ilmiah di dalam buku-buku acuan:

Pengakuan Haeckel lenyap setelah gambar-gambarnya kemudian digunakan dalam sebuah buku tahun 1901 berjudul Darwin and After Darwin (Darwin dan Sesudahnya) dan dicetak ulang secara luas di dalam buku-buku acuan biologi berbahasa Inggris

Singkatnya, fakta bahwa gambar-gambar Haeckel dipalsukan telah muncul di tahun 1901, tetapi seluruh dunia ilmu pengetahuan terus diperdaya olehnya selama satu abad.

TATKALA MANUSIA MENCARI NENEK MOYANGNYA

Walaupun para evolusionis tidak berhasil menemukan bukti ilmiah untuk mendukung teori mereka, mereka sangat berhasil dalam satu hal: propaganda. Unsur paling penting dari propaganda ini adalah gambar-gambar palsu dan bentuk tiruan yang dikenal dengan “rekonstruksi”.

Rekonstruksi dapat diartikan sebagai membuat lukisan atau membangun model makhluk hidup berdasarkan satu potong tulang yang ditemukan dalam penggalian. “Manusia-manusia kera” yang kita lihat di koran, majalah atau film semuanya adalah rekonstruksi.

Ketika mereka tidak mampu menemukan makhluk “setengah manusia setengah kera” dalam catatan fosil, mereka memilih membohongi masyarakat dengan membuat gambar-gambar palsu.

Persis seperti pernyataan evolusionis yang lain tentang asal-usul makhluk hidup, pernyataan mereka tentang asal-usul manusia pun tidak memiliki landasan ilmiah. Berbagai penemuan menunjukkan bahwa “evolusi manusia” hanyalah dongeng belaka.

Darwin mengemukakan pernyataannya bahwa manusia dan kera berasal dari satu nenek moyang yang sama dalam bukunya The Descent of Man yang terbit tahun 1971. Sejak saat itu, para pengikut Darwin telah berusaha untuk memperkuat kebenaran pernyataan tersebut. Tetapi, walaupun telah melakukan berbagai penelitian, pernyataan “evolusi manusia” belum pernah dilandasi oleh penemuan ilmiah yang nyata, khususnya di bidang fosil.

Penemuan ini jelas menunjukkan pendapat tentang sifat-sifat perolehan yang terkumpul dari satu keturunan ke turunan berikutnya, sehingga memunculkan spesies baru, tidaklah mungkin. Dengan kata lain, mekanisme seleksi alam rumusan Darwin tidak berkemampuan mendorong terjadinya evolusi. Jadi, teori evolusi Darwin sesungguhnya telah ambruk sejak awal di abad ke-20 dengan ditemukannya ilmu genetika. Segala upaya lain dari para pendukung evolusi di abad ke-20 selalu gagal.

Sejarah Kehidupan Menurut Teori EvolusiTeori evolusi menyatakan bahwa kelompok makhluk hidup yang berbeda-beda (filum) terbentuk dan berkembang dari satu nenek moyang bersama, dan berubah menjadi bentuk yang semakin berbeda satu sama lain seiring berlalunya waktu. Gambar paling atas menampilkan pernyataan ini, yang dapat digambarkan menyerupai proses percabangan pohon. Namun, fakta catatan fosil malah membuktikan kebalikannya. Sebagaimana diperlihatkan gambar paling bawah, beragam kelompok makhluk hidup muncul serentak dan tiba-tiba dengan ciri tubuh masing-masing yang khas. Sekitar 100 filum mendadak muncul di zaman Kambrium. Setelah itu, jumlah mereka menurun (karena punahnya sejumlah filum) , dan bukannya meningkat.

YANG TERSEMBUNYI DI BALIK PERCOBAAN MILLER

Penelitian yang paling diterima luas tentang asal usul kehidupan adalah percobaan yang dilakukan peneliti Amerika, Stanley Miller, di tahun 1953. (Percobaan ini juga dikenal sebagai “percobaan Urey-Miller” karena sumbangsih pembimbing Miller di University of Chicago, Harold Urey). Percobaan inilah satu-satunya “bukti” milik para evolusionis yang digunakan untuk membuktikan pendapat tentang “evolusi kimiawi”. Mereka mengemukakannya sebagai tahapan awal proses evolusi yang mereka yakini, yang akhirnya memunculkan kehidupan.

Melalui percobaan, Stanley Miller bertujuan membuktikan bahwa di bumi yang tak berkehidupan miliaran tahun lalu, asam amino, satuan molekul pembentuk protein, dapat terbentuk dengan sendirinya secara alamiah tanpa campur tangan sengaja apa pun di luar kekuatan alam. Dalam percobaannya, Miller menggunakan campuran gas yang ia yakini terdapat pada bumi purba (yang kemudian terbukti tidak tepat). Campuran ini terdiri dari gas amonia, metana, hidrogen, dan uap air. Karena gas-gas ini takkan saling bereaksi dalam lingkungan alamiah, ia menambahkan energi ke dalamnya untuk memicu reaksi antar gas-gas tersebut. Dengan beranggapan energi ini dapat berasal dari petir pada atmosfer purba, ia menggunakan arus listrik untuk tujuan tersebut.

Atmosfer yang Miller coba tiru dalam percobaannya tidaklah sesuai dengan kenyataan. Di tahun 1980-an, para ilmuwan sepakat bahwa seharusnya gas nitrogen dan karbon dioksidalah yang digunakan dalam lingkungan buatan itu dan bukan metana serta amonia.

Ilmuwan Amerika, J. P. Ferris dan C. T. Chen mengulangi percobaan Miller dengan menggunakan lingkungan atmosfer yang berisi karbon dioksida, hidrogen, nitrogen, dan uap air; dan mereka tidak mampu mendapatkan bahkan satu saja molekul asam amino. (J. P. Ferris, C. T. Chen, “Photochemistry of Methane, Nitrogen, and Water Mixture As a Model for the Atmosphere of the Primitive Earth,” Journal of American Chemical Society, vol. 97:11, 1975, h. 2964.)

Terdapat sejumlah temuan yang menunjukkan bahwa kadar oksigen di atmosfer kala itu jauh lebih tinggi daripada yang sebelumnya dinyatakan para evolusionis. Berbagai penelitian juga menunjukkan, jumlah radiasi ultraviolet yang kala itu mengenai bumi adalah 10.000 lebih tinggi daripada perkiraan para evolusionis. Radiasi kuat ini dipastikan telah membebaskan oksigen dengan cara menguraikan uap air dan karbon dioksida di atmosfer.

Keadaan ini sama sekali bertentangan dengan percobaan Miller, di mana oksigen sama sekali diabaikan. Jika oksigen digunakan dalam percobaannya, metana akan teruraikan menjadi karbon dioksida dan air, dan amonia akan menjadi nitrogen dan air. Sebaliknya, di lingkungan bebas oksigen, takkan ada pula lapisan ozon; sehingga asam-asam amino akan segera rusak karena terkena sinar ultraviolet yang paling kuat tanpa perlindungan dari lapisan ozon. Dengan kata lain, dengan atau tanpa oksigen di bumi purba, hasilnya adalah lingkungan mematikan yang bersifat merusak bagi asam amino.

Anehnya, mengapa percobaan Miller masih saja dimuat di buku-buku pelajaran dan dianggap sebagai bukti penting asal usul kehidupan secara kimiawi? Ini sekali lagi menunjukkan betapa evolusi bukanlah teori ilmiah, melainkan keyakinan buta yang tetap dipertahankan meskipun bukti menunjukkan hal sebaliknya.

Kalangan masyarakat awam adalah yang umumnya tidak mengetahui kenyataan ini, dan menganggap pernyataan evolusi manusia didukung oleh berbagai bukti kuat. Anggapan yang salah tersebut terjadi karena masalah ini seringkali dibahas di media masa dan disampaikan sebagai fakta yang telah terbukti. Tetapi mereka yang benar-benar ahli di bidang ini mengetahui bahwa kisah “evolusi manusia” tidak memiliki dasar ilmiah.

Apakah Muhammad SAW seorang Pedhopilia ?

 Pertama kali kita harus mendefinisikan apa arti pedhopilia dan kemudian kita masukkan apakah Muhammad SAW termasuk dalam kategori tersebut atau tidak

 "Pedofile : juga dapat disebut Pedofilia, penyakit kejiwaan seksual, dimana seorang dewasa distimulasi atau kepuasan seksual yang muncul dasarnya melalui hubungan seksual dengan anak-anak yang belum masuk masa puber. Tipe pedofilia tidak dapat menemukan kepuasan ketika melakukan hubungan seksual  dengan sesama orang dewasa dan mungkin mempunyai penghargaan terhadap seseorang yang rendah, Melihat melakukan hubungan seksual dengan anak-anak lebih sedikit ancaman dibandingkan berhubungan dengan orang dewasa."[14]

 Dari definisi diatas maka kita dapat simpulkan seorang pedofilia tidak mungkin mencapai kepuasn seksual dengan orang dewasa, bagaimana dengan Rasulullah Saw ?, Rasulullah Saw mempunyai 13 orang istri, stu orang dinikahi pada usia 50 tahun (Sauda Bint Zama), satu orang dinikahi pada usia 40 tahun (Khadija bint khawilad), 4 orang dinikahi dengan usia lebih dari 30 tahun (Zainab bint Khuzaima, 30 tahun; Zainab Bint Jahash,38 tahun; Umm-I-Habiba bint Abu Sufyan, 36 tahun; Maimuna bint harith, 36), tiga orang dinikahi pada usia lebih dari 20 tahun (Hafsa Bint Umar bin Khattab,22 tahun; Umm-I-Salma bint Abu Umayia, 26 tahun; Juwaeria Bint Harith, 20 tahun), dan 2 orang dinikahi pada usia 17 tahun (Marya Qibtiya bint shamun,Safia bint Hayi bin Akhtab), dan Aisyah yang dinikahi pada usia 9 tahun.[15] Jadi apakah Rasulullah Saw seorang pedofilia, sebab beliau menikahi semua istrinya bukan pada usia anak-anak, kecuali Aisyah itupun berkumpul dengan Rasulullah Saw ketika memasuki usia puber atau baligh.

 "pe.do.phil.ia n [NL] (1906): kelainan seksual dimana anak-anak lebih menjadi obyek seksual."[16]

 Dari definisi kedua kita mendapatkan bahwa yang dimaksud dengan pedofilia adalah menjadikan anak-anak menjadi obyek seksual, sekarang mari kita simak apa arti anak-anak menurut kamus

 child (ch؛ld) n., pl. chil·dren (ch¹l“dr…n). Abbr. ch. 1. seseorang yang berada diantara masa kelahiran dan masa puber.[17]

 Kita sudah membahas masa puber dan kita juga sudah membahas masalah Aisyah  yang baru berkumpul dengan Rasulullah Saw setelah memasuki masa puber, artinya ada jeda waktu beberapa tahun setelah pernikahan Rasulullah dengan Aisyah artinya Rasulullah baru berhubungan seksual dengan Aisyah ketika memasuki masa puber ini berarti Rasulullah Saw bukan seorang pedofilia sebab tidak berkumpul dengan Aisyah walaupun secara adat masyarakat waktu itu pernikahan beliau dianggap sah.Jeda waktu juga membuktikan bahwa Muhammad Saw bukanlah seorang pedofilia sebab seseorang yang memiliki penyakit pedofilia tidak dapat mengontrol dirinya terutama dengan berhubungan seksual dengan anak-anak

 "Tidak adanye kontrol terhadap dorongan dari dalam diri.Pedhopilia sangat sulit untuk menghadapi dorongan didalam dirinya yang memiliki kecenderungan melakukan hubungan seksual dengan anak-anak.Mereka juga amat mudah untuk tidak mengontrol keinginannya dalam melibatkan anak-anak dalam pratek hubungan seksual.”[18]

 jika memang benar Muhammad Saw seorang Pedhopilia maka buat apa dia menunggu dengan waktu yang begitu lama (muslim dan Bukhari mengatakan sampai 3 tahun, thabari 2 tahun) untuk mengajak Aisyah untuk hidup bersama Rasulullah saw. Sebab tidak mungkin seorang yang mengidap Pedhopilia menunggu waktu yang lama untuk berhubungan seksual dengan seseorang karena tekanan hasrat seksual yang begitu tinggi didalam dirinya.

 masa menunggu Muhammad Saw juga dapat dikatakan bahwa beliau menunggu masa pubersitas Aisyah yang berarti adalah masa kedewasaan Aisyah, yang juga berarti bahwa Aisyah memasuki usia dewasa ketika menikah dengan Rasulullah Saw.Orientalis yang bernama Karen amstrong menggambarkan dengan tepat keadaan ini dengan mengambil kesimpulan tidak hanya berdasarkan umur akan tetapi kesiapan Aisyah untuk menikahi Rasulullah saw.

Tabari mengatakan bahwa usia Aisyah sangat muda ketika ia berada dalam rumah orangtuanya, dan pernikahannya baru dilaksanakan ketika ia berada pada masa puber.[19]

 Pernikahan Aisyah dengan Rasulullah Saw merupakan kekerasan terhadap anak-anak ?

 Setelah kita membahas tentang pedofilia, maka tuduhan yang berkaitan dengan hal itu menjadi penting dibahas seperti tuduhan bahwa Rasulullah Saw melakukan tindak kekerasan terhadap anak-anak, untuk itu mari kita merujuk lagi kepada encyclopedia encarta apa yang dimaksud dengan kekerasan terhadap anak.

 Kekerasan terhadap anak, juga disebut sebagai perlakuan kejam terhadap anak, dengan sengaja dan tidak dapat dimaafkan mengakibatkan rasa sakit dan penderitaan pada anak-anak. Kata ini juga bisa digunakan untuk banyak sekali penyiksaan fisik, kekerasan secara verbal yang tidak dapat dibenarkan, kegagalan untuk memberikan perlindungan yang pantas, makanan, perawatan kesehatan, atau dukungan emosional, incest, pada kasus lain penganiayaan seksual, atau pemerkosaan, dan membuat pornografi anak. Sering digambarkan oleh ahli medis sebagai "battered-child syndrome," kejamnya perlakuan terhadap anak hampir secara mnyeluruh dilarang oleh undang-undang criminal. Kekerasan anak dapat mempunyai konsekuensi serius dimasa depan dari korban yang terkena. Lambatnya perkembangan fisik, gangguan berbahasa dan kemampuan kognitif, dan gangguan dari perkembangan kepribadian, belajar, dan tingkah-laku umumnya segera mengikuti dari kekerasan anak atau pengabaian.[20]

 Setelah melihat definisi kekerasan terhadap anak pantaskah Rasulullah Saw kita masukkan kedalamnya?, kita mungkin bisa tidak sependapat tentang definisi kekerasan terhadap anak, tapi kita hampir dipastikan memiliki kesepakatan terhadap apa akibat yang ditimbulkan dari kekerasan terhadap anak. Pertanyaan bagi kita sekarang adalah, apakah Aisyah Ra mempunyai sifat-sifat seorang korban dari kekerasan seorang anak ?, apakah Aisyah memiliki permasalahan mengenai kecerdasannya, tingkah laku dia dimata para sahabat, apakah Aisyah memiliki kelainan seperti itu?. Jika ,kita memang ingin jujur maka jawabannya adalah tidak sama sekali, Aisyah adalah orang yang sangat aktif dimasyarakat Islam pada waktu itu, dia menjadi ibu kaum muslimin dan segala tingkah lakunya menjadi contoh teladan masyarakat muslim sampai sekarang. Mengenai kecerdasan Aisyah, tentu saja kita tidak dapat memungkiri bahwa pemikiran Aisyah menjadi salah satu rujukan dari sahabat diwaktu itu, beliau sendiri termasuk dari empat orang sahabat yang meriwayatkan hadits terbanyak selain Abu Hurairah, Ibnu Umar dan Anas bin Malik, beliau meriwayatkan tidak kurang dari 2210 Hadits dan 174 Hadits yang diriwayatkannya masuk kedalam kitab shahih hadits Bukhari dan Muslim. Dari dua faktor ini Aisyah bukan korban dari kekerasan terhadap anak oleh karenanya Rasulullah Saw bukan pelaku tindak kekerasan terhadap anak

 Pubertas = Kedewasaan = Waktu menikah

 Catatan sejarah tentang kebudayaan  masa lalu memperlihatkan bahwa pernikahan dilakukan ketika seseorang mencapai masa pubersitas adalah sesuatu yang niscaya.

 Hampir semua kebudayaan terdahulu memberikan perhatian mengenai pubertas dan ritual pernikahan, walaupun secara umum ada tedensi untuk lebih memperhatikan pubertas laki-laki daripada perempuan. Karena pubertas dan pernikahan merupakan simbol anak tersebut siap untuk memperoleh kehidupan dewasa.[21]

 Wanita menikah segera setelah mencapai pubersitas.[22]

 Bahkan Umat yahudi dan kristen juga melakukan hal yang sama terhadap anak gadis mereka.

 Penganten wanita diambil dari lingkungan keluarga besar ( biasanya pada saat memasuki usia puber atau sekitar umur 13 tahun) didalam menjaga kemurnian garis keluarga.[23]

 Harus menjadi catatan bahwa bagaimanapun juga wanita menikah dimasa biblical pada usia dini.[24]

 Maria mengandung pada usia 12 tahun.[25]

 Hal ini kemudian berlanjut ketika gereja menikahkan seorang wanita pada usia 12 tahun di rumania.[26]

 Di Amerika pada akhir abad yang lalu, batas izin pernikahan adalah 10 tahun, California adalah negara bagian pertama yang mengganti batas izin pernikahan menjadi 14 tahun, yang dilakukan pada tahun 1889, setelah California, negara bagian lainnya bergabung dan menaikkan batas izin pernikahan juga.[27]

 Catatan yang sama pada situs tersebut juga memperlihatkan bahwa prancis baru meningkatkan izin usia pernikahan daru 11 tahun menjadi 13 tahun pada satu abad yang lalu, bahkan inggris baru pada tahun 1929 meninggalkan hukum yang berdasarkan pada budaya kristen kuno yang mengizinkan seorang wanita menikah pada usia 12 tahun.

 Perbedaan dalam menilai sejauh mana kedewasaan seseorang yang ditentukan dalam batasan usia pada masa sekarang adalah sangat berbeda dengan proses kematangan seseorang pada masa terdahulu. Saya ingin mengambil satu contoh yang amat simpel dari sejarah kenabian yaitu dimana usamah bin zaid bisa memimpin pasukan perang dan memikul tanggungjawab yang amat besar pada usianya yang baru menginjak 17 tahun[28] bisakah kita membandingkan usia Usamah dengan anak muda usia 17 tahun dimasa sekarang?, tentu saja kita akan mengalami kesulitan sebagaimana kita akan menemui kesulitan dalam menentukan kapan dan bagaimana seseorang dapat dikatakan dewasa apabila kita mengambil batasan usia sebagai patokan utama.

 Persoalan selanjutnya apakah perbedaan usia antara Muhammad Saw dengan Aisyah yang begitu jauh adalah salah secara moral?. Jawabannya adalah Aisyah dinikahi Muhammad saw secara sah dan setiap pernikahan bukan hanya berujung pada hubungan seksual semata akan tetapi bagaimana adanya pengertian dan hubungan yang baik dalam komunikasi antara keduanya dalam menjalankan bahtera pernikahan tersebut.

 Ketika perbedaan usia jauh, umpamanya melewati limabelas sampai duapuluh tahun, hasilnya mungkin lebih membahagiakan.Pernikahan orang yang lebih tua dan tentu saja laki-laki yang tua yang menikahi wanita yang sangat muda,seringkali lebih sukses dan lebih harmonis.[29]

 Hal inilah yang menyebabkan Rasulullah saw lebih banyak bersabar kematangan usia rasulullah saw telah membawa Aisyah sebagai wanita yang paling banyak meriwayatkan hadits dibandingkan dengan sahabat-sahabat lainnya ribuan hadits telah didokumentasikan atas nama Aisyah didalam kitab kitab hadits, bisakah seorang korban pedhopilia melakukan hal ini, seorang korban pedhopilia  biasanya akan mengalami goncangan psikologi yang menyebabkan adanya gangguan emosional dalam tindakan dancara berpikirnya, adakah hal ini terdapat dalam disi Aisyah, adakah diantara kaum misionaris dan orientalis yang mengatakan bahwa Aisyah adalah korban dari pedhopilia membantah hal ini?. Jawabannya adalah Aisyah adalah muslimah terbaik yang dilahirkan oleh sosok besar Muhammad saw dan tidak ada seorangpun meragukan hal itu akan tetapi bagaimana mereka bisa mengatakan bahwa hubungan rasulullah saw dan Aisyah ra adalah suatu penindasan terhadap Aisyah, bahkan mencari-cari alasan yang seakan-akan ilmiah untuk mendukung pendapat mereka tanpa menghiraukan hubungan yang harmonis diantara keduanya, dan tanpa menghiraukan standar nilai yang melegalkan seorang wanita berhubungan dengan seorang laki-laki tanpa menikahinya dan meninggalkan keturunan tanpa laki-laki itu bertanggungjawab terhadap kebutuhan financial dan emosional sang anak, atau bahkan melegalkan pembunuhan anak tersebut sebelum ia keluar dari kandungan dan menyusahkan keduanya, dengan alasan "hei kita cuman bersenang senang; dan apabila saya hamil itu bukan kehendak saya, dan apabila bukan kehendak saya maka sebaiknya lenyapkan saja", maka kami juga berhak bertanya kepada anda standar nilai apa yang hendak paksakan kepada kami?.

 Atau jika kalian adalah seorang yang memakai satandar nilai kristiani maka lihatlah standar nilai yang ada dikitab suci kalian, dan perbandingkanlah dengan standar nilai yang kami miliki.

 Maka sekarang bunuhlah semua laki-laki di antara anak-anak mereka, dan juga semua perempuan yang pernah bersetubuh dengan laki-laki haruslah kamu bunuh. Tetapi semua orang muda di antara perempuan yang belum pernah bersetubuh dengan laki-laki haruslah kamu biarkan hidup bagimu. (Bilangan: 31:17-18)

Apabila ada seorang menjual anaknya yang perempuan sebagai budak, maka perempuan itu tidak boleh keluar seperti cara budak-budak lelaki keluar. (Keluaran 21:7)

 Maka temukan jawabannya bahwa Islam adalah standar nilai yang terbaik yang bisa dibandingkan dengan segala sistem nilai yang anda temukan dimuka bumi ini.

Wallahu A'lam Bishawab.

 
[14]
Encyclopedia Britannica, 1998

[15] The Prophet of Islam, the Ideal Husband, by Syed Abu Zafar Zain, Kazi Publications, Lahore, Ist Ed., pg. 10-12

[16] Merriam Webster’s Collegiate Dictionary

[17] American Heritage Dictionary

[18] Understanding the Pedophile Psyche, courtesy of the Police Federation of England & Wales

[19] Karen Armstrong, Muhammad:  A Biography of the Prophet, Harper San Francisco, 1992, page 157

[20] Encyclopedia Britannica, 1998

[21] "primitive cultures"An Overview of the World's Religions

[22] "Central Africa", The New Encyclopaedia Britannica, 15th Edition (1987), Volume 15, page 646.  See also "Aboriginal Australia", The New Encyclopaedia Britannica, 15th Edition (1987), Volume 14, page 425.   For additional references to the marriage customs in Biblical times, see Israel: Its Life and Culture, by  Johannes Pedersen, Volume 1, page 60ff

[23] Ancient Israelite Marriage Customs, by Jim West, ThD

[24] Gerald Sigal, The Jew and the Christian Missionary, Ktav Publishing House,1981, page 28

[25] "Oxford Dictionary Bible" commentary

[29] Theodor H. Vandevelde, Ideal Marriage : Its Physiology and Technique, Greenwood Publishing Group, 1980, p. 243.

Blog ini copy paste dari site tetangga ^_^